Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Insentif PPN Diperpanjang, TRUE Optimistis Penjualan Properti Bisa Pulih

Insentif PPN yang diperpanjang bisa menggairahkan konsumen untuk membeli properti. Belum lagi insentif loan to value dari Bank Indonesia yang memungkinkan uang muka semakin rendah
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 09 Agustus 2021  |  13:36 WIB
Aktifitas pembangunan gedung apartemen di Jakarta, Sabtu (6/6/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Aktifitas pembangunan gedung apartemen di Jakarta, Sabtu (6/6/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Triniti Dinamik Tbk. meyakini bisnis properti akan pulih tahun ini seiring dengan perpanjangan pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Presiden Direktur PT Triniti Dinamik Tbk. Samuel Stephanus Wang mengatakan bahwa bisnis properti hunian masih potensial, terutama saat ini ada sejumlah stimulus dari pemerintah yang sangat membantu.

“Insentif PPN yang diperpanjang bisa menggairahkan konsumen untuk membeli properti. Belum lagi insentif loan to value dari Bank Indonesia yang memungkinkan uang muka semakin rendah,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (9/8/2021).

Insentif yang diterbitkan pemerintah sendiri membebaskan PPN untuk rumah tapak dan rumah susun (rusun) yang saat ini dibanderol berkisar Rp300 juta hingga Rp2 miliar.

Langkah pemerintah menanggung PPN itu berlaku untuk rumah atau apartemen siap huni (ready stock) dan penyerahannya di rentang Maret—Agustus 2021.

Aturan itu tertuang di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK/010/2021 yang diterbitkan Maret 2021. Kini, aturan itu diperpanjang hingga Desember 2021 melalui PMK Nomor 103/PMK/010/2021.

Samuel menuturkan, insentif dari pemerintah itu akan membantu perusahaan yang telah menyelesaikan salah satu pembangunan proyek properti terpadu The Smith di Tangerang, Banten, dan akan melakukan serah terima secara bertahap sejak Desember 2020.

Apartemen tersebut, lanjutnya, dikembangkan saat permintaan hunian vertikal (high rise building) tengah menghadapi pelemahan. Kondisi itu kemudian dilanjutkan dengan pandemi Covid-19 di Indonesia sejak tahun lalu.

Emiten berkode saham TRUE tersebut pun terus melaksanakan pembangunan apartemen hingga dapat rampung pada akhir 2020.

“Bahkan, saat ini sudah ada konsumen yang menempati unit yang dibeli. Harga hunian kami rata-rata berkisar Rp1 miliar—Rp2 miliar per unit,” ucapnya.

Apartemen The Smith di Tangerang, Banten, memiliki kapasitas 652 unit. Proyek properti terpadu (mixed use) itu mencakup perkantoran sebanyak 112 unit, SOHO 100 unit, dan residensial 440 unit.

Proyek tersebut juga dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, seperti kolam renang, fitness centre, sky lounge, gaming room, dan co-working space.

“Saat ini, The Smith telah terjual sekitar 70 persen dari unit yang kami tawarkan ke pasar,” tutur Samuel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apartemen bisnis properti
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top