Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Holding Panas Bumi, Aset PLN akan Dikonsolidasikan ke PGE

Salah satu opsi yang muncul dalam rencana pembentukan holding panas bumi adalah konsolidasi aset hilir PT PLN ke PT Pertamina Geothermal Energy.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 29 Juli 2021  |  18:09 WIB
Pengecekan rutin pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT. Pertamina Geothermal Energy - JIBI/Nurul Hidayat
Pengecekan rutin pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT. Pertamina Geothermal Energy - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan aset-aset milik PT PLN (Persero) akan dikonsolidasikan kepada PT Pertamina Geothermal Energy menyusul rencana pembentukan holding panas bumi perusahaan BUMN.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Harris mengatakan keputusan tersebut merupakan opsi terbaik menyangkut regulasi yang ditetapkan pemerintah terkait dengan pengelolaan wilayah kerja panas bumi.

Pasalnya dalam regulasi yang berlaku, pengelolaan wilayah kerja panas bumi tidak boleh dialihkan kepada pemilik lain, tetapi pengalihan saham dapat dilakukan pada tahap-tahap tertentu.

"Ini sudah dilakukan pembahasan diskusi dengan bagian legal dan lahirlah beberapa opsi oleh tim konsultan berdasarkan diskusi yang dijalani, mereka memang salah satu merekomendasikan adanya konsolidasi aset hilir dalam hal ini PLN," katanya dalam webinar yang digelar pada Kamis (29/7/2021).

Opsi pengkonsolidasian aset tersebut mengacu pada kondisi Pertamina Geothermal Energy yang telah mengelola banyak wilayah kerja panas bumi, sedangkan PLN hanya berstatus sebagai pemilik pembangkit listrik yang hanya berkontrak uap.

Ke depannya, Pertamina Geothermal Energy harus menjalin kerja sama dengan PLN dalam kontrak jual beli listriknya. Menurut dia, secara regulasi hal tersebut dimungkinkan untuk dilakukan pada saat konsolidasi.

"Kita ada 3 BUMN, kita ada PGE, dan Geo Dipa tentunya untuk memerger menjadi 1 BUMN tentunya butuh proses tentunya itu masih berproses, jadi mungkin masih jauh pada terjadinya single company tapi proses-proses ini sementara masih berjalan," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN panas bumi pertamina geothermal energy
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top