Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CORE Prediksi Potensi Shortfall Pajak Akibat Perpanjangan PPKM

Kontraksi pertumbuhan ekonomi akibat pembatasan kegiatan dan mobilitas masyarakat, pada akhirnya akan berdampak juga pada penerimaan pajak.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 29 Juli 2021  |  15:54 WIB
CORE Prediksi Potensi Shortfall Pajak Akibat Perpanjangan PPKM
Petugas melayani pengunjung di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Sawah Besar Satu, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang kini dinamakan PPKM level 4, diperkirakan dapat berdampak pada melambatnya penerimaan pajak serta terjadinya potensi shortfall.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menjelaskan kontraksi pertumbuhan ekonomi akibat pembatasan kegiatan dan mobilitas masyarakat, pada akhirnya akan berdampak juga pada penerimaan pajak.

“Dengan adanya PPKM Darurat dan juga pembatasan atau restriksi kegiatan masyarakatm tentu juga akan berdampak terhadap aktivitas perkekonomian, dan pada muaranya akan berdampak terhadap potensi proyeksi penerimaan pajak,” jelas Yusuf pada CORE Midyear Review 2021 secara virtual, Selasa (27/7/2021).

Sebagaimana dengan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di 2020, penerapan PPKM level 4 dan 3 di berbagai daerah, kata Yusuf, dapat menyebabkan terkoreksinya penerimaan pajak di akhir 2021 nanti.

Dari data Kementerian Keuangan yang diolahnya, Yusuf mencatat pertumbuhan penerimaan pajak baik di sektor manufaktur, perdagangan, dan jasa keuangan sama-sama mengalami kontraksi yang cukup dalam selama penerapan PSBB di 2020 dan PPKM di 2021.

“Jadi shortfall-nya kemungkinan akan mengulangi di tahun lalu. Apalagi kalau kita lihat penerimaan pajak per sektor masih kontraksinya cukup dalam ketika pemerintah melakukan restriksi pergerakan masyarakat,” imbuhnya.

Adapun, CORE Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi di sepanjang 2021 di kisaran 2,5 persen-3,5 persen. Proyeksi tersebut dipangkas dari proyeksi sebelumnya yaitu sekitar 3 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak Pertumbuhan Ekonomi shortfall
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top