Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Tawarkan Imbal Dagang B-to-B ke 35 Negara

Skema imbal dagang dipilih sebagai alternatif baru perdagangan Indonesia. Hal ini bisa mendorong peningkatan ekspor selain skema umum yang selama ini diterapkan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 29 Juli 2021  |  12:36 WIB
Pekerja membongkar muatan pupuk urea ke truk di Pelabuhan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (17/2).  - Antara/Fiqman Sunandar
Pekerja membongkar muatan pupuk urea ke truk di Pelabuhan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (17/2). - Antara/Fiqman Sunandar

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia menawarkan skema imbal dagang business to business (B-to-B) kepada 35 negara mitra dagang. Imbal dagang alias barter dipilih sebagai skema baru untuk mendorong peningkatan ekspor dan sebagai alternatif perdagangan umum.

Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Marthin mengatakan penjajakan dilakukan kepada 35 negara dengan mendata potensi komoditas yang bisa dikapalkan dari Indonesia. 

“Penjajakan skema imbal dagang B-to-B ditawarkan ke 35 negara di dunia. Perwakilan dagang kita melakukan penawaran dan kami sudah memperoleh data dan informasi sekuat mana keinginan mereka,” kata Marthin dalam dalam webinar, Kamis (29/7/2021).

Dari ke-35 negara tersebut, dia mengatakan 10 negara telah memberi respons positif. Indonesia bahkan telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) pelaksanaan imbal dagang B-to-B dengan Meksiko pada 2 Juli 2021. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) berperan sebagai badan pelaksana dalam kesepakatan imbal dagang B-to-B perdana yang dilakukan Indonesia tersebut.

“Terdapat 10 negara yang paling kuat keinginannya [untuk melanjutkan skema imbal dagang] dan ini yang akan segera kami garap. Negara-negara tersebut di antaranya Meksiko, Rusia, Jerman, Turki, Filipina, Belanda, Prancis, Italia, Afghanistan, dan Kenya. Mereka menyambut baik kebijakan tersebut dan memberi respons positif untuk melakukan pembahasan teknis,” paparnya.

Dia mengharapkan implementasi MoU dengan Meksiko dapat terealisasi dalam waktu dekat. Indonesia tercatat menawarkan pupuk urea, pupuk batu bara, arang batok kelapa, dan rempah-rempah lewat skema ini. Sementara Meksiko akan mengekspor minyak kanola, minyak bunga matahari, dan wijen ke Indonesia.

“MoU dengan Meksiko diharapkan dalam waktu dekat dapat segera diimplementasi melalui penandatanganan kontrak dan pengiriman dari Indonesia ke Meksiko dan sebaliknya. Soal besaran tentu kita perlu dalam jumlah besar, tetapi bagi kami jalan dulu berapapun besarannya,” kata dia.

Pada sisi lain, Indonesia juga tengah memfinalisasi draf kesepakatan untuk pelaksanaan imbal dagang dengan Rusia dan Jerman. Marthin menargetkan kesepakatan dengan kedua negara ini akan ditandatangani pada pertengahan Agustus 2021 yang diiringi dengan percepatan realisasi dengan negara lain yang juga memberi minat tinggi.

Skema imbal dagang dipilih sebagai alternatif baru perdagangan Indonesia. Marthin mengatakan skema ini bisa mendorong peningkatan ekspor selain skema umum yang selama ini diterapkan. Selain itu, imbal dagang dinilai bisa menghemat devisa Indonesia karena aktivitas perdagangan murni dilakukan lewat pergerakan barang dan dokumen, tanpa disertai transfer uang.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor impor perdagangan bilateral
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top