Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemerintah dan KKKS Perkuat Komitmen Produksi Minyak 1 Juta Barel

Hal perlu diperhatikan oleh KKKS, yaitu manajemen SDM di mana perlu disiapkan SDM yang kompeten dengan mempertimbangkan jumlah SDM, waktu pencapaian target, jenjang karir, dan apresiasi yang layak.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 16 Juli 2021  |  15:15 WIB
Pemerintah dan KKKS Perkuat Komitmen Produksi Minyak 1 Juta Barel
Karyawan Pertamina melakukan pengecekan fasilitas kilang minyak. Istimewa - Pertamina
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sepakat memperkuat komitmen untuk mencapai target produksi migas 1 juta  (barel per hari) dan 12 BSCFD (billion standard cubic feet) pada 2030.

Kesepakatan itu diperoleh dalam rapat koordinasi secara virtual yang dipimpin Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji dengan SKK Migas dan KKKS, Jumat (16/7/2021).

"Ditjen Migas, SKK Migas, dan KKKS sepakat dan optimistis bahwa dengan adanya sinergi serta didukung dengan konsistensi dan komitmen yang kuat dari seluruh stakeholder industri hulu migas, maka strategi untuk mencapai produksi migas 1 juta BOPD dan 12 BSCFD di 2030 dapat diimplementasikan secara optimal," ujar Tutuka, dikutip dari laman resmi Ditjen Migas Kementerian ESDM, Jumat (16/7/2021).

Tutuka menegaskan, pemerintah akan terus memberi dukungan kepada stakeholder melalui kebijakan-kebijakan yang terintegrasi dan solutif agar industri hulu migas dapat terus berperan sebagai lokomotif ekonomi, baik dari sisi penerimaan negara maupun multiplier effect driven, sehingga dapat terus bergairah dan berkontribusi secara optimal.

Di sisi lain, KKKS pun siap mendukung program-program pemerintah di industri hulu migas dengan terus bekerja sama secara konsisten dan berkomitmen untuk menjalankan strategi yang telah disusun bersama dalam rangka tercapainya target produksi migas 1 juta bph dan 12 BSCFD di 2030.

Tutuka menyampaikan highlight yang perlu diperhatikan oleh KKKS, yaitu manajemen SDM di mana perlu disiapkan SDM yang kompeten dengan mempertimbangkan jumlah SDM, waktu pencapaian target, jenjang karir, dan apresiasi yang layak.

Kemudian, terkait anggaran, yaitu perlu diperhitungkan alokasi anggaran yang berkelanjutan sebagai jaminan terlaksananya program kegiatan di KKKS. Selain itu, terkait teknologi, yaitu terus memperbarui teknologi, baik dari sisi teknis maupun biaya, sebagai salah satu kunci keberhasilan peningkatan produksi secara signifikan.

Pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi peningkatan produksi antara lain, program work routine, seperti infill drilling/step out pada lapangan eksisting dan work over/well service. Selain itu, dilakukan percepatan transformasi sumber daya menjadi produksi, dengan mempercepat POD baru dan POD pending, melakukan commercial exercise dengan split adjustment, tax incentive, dan investment credit.

"Program peningkatan produksi juga dilakukan dengan penggunaan enhanced oil recovery (EOR), seperti chemical EOR, CO2 Injection dan steamflood," jelas Tutuka.

Untuk meningkatkan investasi di kegiatan usaha hulu migas, upaya yang dilakukan antara lain peningkatan eksplorasi, penerapan teknologi terbaru dan penyederhanaan dan fleksibilitas proses pengadaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi minyak gas
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top