Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Bidik Nilai Ekspor Bumbu US$2 Miliar pada 2024

Pemerintah mencatat produk bumbu khas Indonesia akan mulai memasuki dua pasar negara baru tahun ini yakni Afrika dan Australia.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 12 Juli 2021  |  17:00 WIB
Indonesia Bidik Nilai Ekspor Bumbu US$2 Miliar pada 2024
Bumbu masak Indonesia. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan sejumlah produk bumbu masakan khas Indonesia mampu menembus pasar ekspor dengan nilai US$2 miliar atau Rp29 triliun pada 2024.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan target itu akan diupayakan salah satunya melalui kegiatan Indonesia Spice Up The World pada 2 November 2021 di Dubai.

Selain itu, pemerintah mencatat produk bumbu khas Indonesia akan mulai memasuki dua pasar negara baru tahun ini yakni Afrika dan Australia.

"Indonesia Spice Up The World bertujuan memperkenalkan bumbu khas Indonesia melalui dua pendekatan gastrodiplomasi restoran dan destinasi gastronomi. Melalui rantai produksi global diharapkan terjadi peningkatan ekspor bumbu Indonesia," katanya dalam diskusi virtual, Senin (12/7/2021).

Gati menyebut ekspor bumbu Indonesia juga diharapkan dapat masuk pada 4.000 restoran Indonesia yang diproyeksi akan tersebar di seluruh dunia pada 2024 nanti.

Adapun sejumlah bumbu yang diprioritaskan adalah bumbu nasi goreng, bumbu rendang, bumbu soto, bumbu sate, dan bumbu gado-gado. Sementara sejumlah rempah yang diprioritaskan yakni lada, pala, cengkeh, jahe, vanila, dan kayu manis.

Menurut Gati, kuliner Nusantara saat ini masih belum mampu mengimbangi popularitas kuliner Thailand, Korea, Jepang, dan China.

"Padahal kita punya cita rasa khas dan bumbu otentik di dalamnya. Jadi persoalan utamanya karena belum banyak dikenal dan diminati mancanegara," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gappmi) Adhi S. Lukman mengatakan saat ini jumlah restoran Indonesia di seluruh dunia masih berkisar 1.100 unit.

Oleh karena itu, target adanya 4.000 restoran pada 2024 dan peningkatan ekspor bumbu harus didukung dengan kolaborasi seluruh pihak.

"Jika target itu tercapai nantinya ada 4.000 restoran yang mempromosikan bumbu kita ini perlu kolaborasi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur ekspor kementerian perindustrian industri makanan dan minuman
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top