Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indonesia Bidik Nilai Ekspor Bumbu US$2 Miliar pada 2024

Pemerintah mencatat produk bumbu khas Indonesia akan mulai memasuki dua pasar negara baru tahun ini yakni Afrika dan Australia.
Bumbu masak Indonesia. /Istimewa
Bumbu masak Indonesia. /Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan sejumlah produk bumbu masakan khas Indonesia mampu menembus pasar ekspor dengan nilai US$2 miliar atau Rp29 triliun pada 2024.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan target itu akan diupayakan salah satunya melalui kegiatan Indonesia Spice Up The World pada 2 November 2021 di Dubai.

Selain itu, pemerintah mencatat produk bumbu khas Indonesia akan mulai memasuki dua pasar negara baru tahun ini yakni Afrika dan Australia.

"Indonesia Spice Up The World bertujuan memperkenalkan bumbu khas Indonesia melalui dua pendekatan gastrodiplomasi restoran dan destinasi gastronomi. Melalui rantai produksi global diharapkan terjadi peningkatan ekspor bumbu Indonesia," katanya dalam diskusi virtual, Senin (12/7/2021).

Gati menyebut ekspor bumbu Indonesia juga diharapkan dapat masuk pada 4.000 restoran Indonesia yang diproyeksi akan tersebar di seluruh dunia pada 2024 nanti.

Adapun sejumlah bumbu yang diprioritaskan adalah bumbu nasi goreng, bumbu rendang, bumbu soto, bumbu sate, dan bumbu gado-gado. Sementara sejumlah rempah yang diprioritaskan yakni lada, pala, cengkeh, jahe, vanila, dan kayu manis.

Menurut Gati, kuliner Nusantara saat ini masih belum mampu mengimbangi popularitas kuliner Thailand, Korea, Jepang, dan China.

"Padahal kita punya cita rasa khas dan bumbu otentik di dalamnya. Jadi persoalan utamanya karena belum banyak dikenal dan diminati mancanegara," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gappmi) Adhi S. Lukman mengatakan saat ini jumlah restoran Indonesia di seluruh dunia masih berkisar 1.100 unit.

Oleh karena itu, target adanya 4.000 restoran pada 2024 dan peningkatan ekspor bumbu harus didukung dengan kolaborasi seluruh pihak.

"Jika target itu tercapai nantinya ada 4.000 restoran yang mempromosikan bumbu kita ini perlu kolaborasi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Ipak Ayu
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper