Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indofarma (INAF) Mulai "Ngegas" Produksi Obat Covid-19

Selain Ivermactin, perseroan juga memiliki obat terapi Covid-19 yang saat ini permintaannya melunjak yakni Oseltamivir.
Pabrik PT Indofarma Tbk. Pada 2019, perusahaan farmasi milik negara itu berhasil mencetak laba setelah tiga tahun menderita kerugian./indofarma.id
Pabrik PT Indofarma Tbk. Pada 2019, perusahaan farmasi milik negara itu berhasil mencetak laba setelah tiga tahun menderita kerugian./indofarma.id

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indofarma Tbk. menyebut akan meningkatkan produksi obat khusus untuk penanganan Covid-19 mulai bulan ini. Salah satunya Ivermectin yang saat ini banyak dicari pasien.

Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto mengatakan saat ini kapasita produksi pabrikan untuk Ivermectin sebesar 8 juta butir atau 400.000 botol. Sementara bulan depan, perseroan menyebut akan menggandakan guna menjaga pasokan di pasar.

Selain Ivermactin, perseroan juga memiliki obat terapi Covid-19 yang saat ini permintaannya melunjak yakni Oseltamivir.

"Untuk Ivermectin sesuai ketentuan Balitbangkes [Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan] harus sesuai resep dokter, sedangkan Oseltamivir kami akan tambah produksi menjadi 8 juta butir dari yang saat ini 5 juta butir," katanya saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR secara virtual, Rabu (7/7/2021).

Selain ke dua obat di atas, Arief menyebut juga akan mendatangkan kembali Remdesivir dari India. Jika tidak ada aral melintang 140.000 vial akan tiba pada 11 Juli mendatang dan 90.000 vial pada 15. Juli.

Menurut Arief Remdesivir saat ini digunakan melalui cairan infus. Pendistribusiannya pun tidak melalui Apotik atau klinik melainkan hanya rumah sakit.

"Secara keseluruhan pasokan Remdesivir bulan ini akan mencapai 230.000 vial," ujarnya.

Arief menambahkan secara keseluruhan untuk pendistribusian berdasarkan wilayah, perseroan akan mengutaman zona merah dan hitam sesuai dengan data pemerintah. Sementara zona kuning dan hijau belum akan menjadi prioritas distribusi obat.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ipak Ayu
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper