Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tarif Listrik Industri Akan Naik, Ini Kata Asosiasi Semen Indonesia

Adapun, biaya listrik berkontribusi sekitar 15—18 persen dari total biaya produksi industri semen nasional.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 01 Juli 2021  |  14:54 WIB
Pabrik Semen Baturaja di Sumatra Selatan. - semenbaturaja.co.id
Pabrik Semen Baturaja di Sumatra Selatan. - semenbaturaja.co.id

Bisnis.com, JAKARTA —  Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyatakan bahwa kenaikan tarif listrik industri akan memberatkan pabrik semen. Pasalnya, saat ini utilisasi pabrikan telah tertekan karena kelebihan pasok yang belum terselesaikan.

Ketua Umum ASI Widodo Santoso mencatat tarif listrik PLN yang akan diterima pabrik semen akan naik sekitar 1520 persen. Adapun, biaya listrik berkontribusi sekitar 1518 persen dari total biaya produksi industri semen nasional.

"Dengan utilisasi 62 persen, adanya kenaikan biaya listrik akan membikin industri [semen nasional] terganggu sekali dalam membenahi kondisi keuangan yang lagi jatuh," katanya kepada Bisnis, Kamis (1/7/2021).

Widodo mendata permintaan semen di dalam negeri turun 10,7 persen menjadi 62,51 juta ton. Walau demikian kinerja ekspor meningkat sekitar dua kali lipat, produksi semen nasional tetap terkoreksi sekitar 6 persen.

Secara terperinci, permintaan semen ritel turun sekitar 5,9 persen secara tahunan menjadi 48 juta ton. Sementara itu, permintaan semen curah anjlok hingga 30,3 persen menjadi sekitar 14 juta ton.

Berdasarkan data ASI, pertumbuhan persentase konsumsi semen nasional pada JanuariMei 2021 paling besar terjadi pada daerah Sulawesi atau mencapai 64 persen secara tahunan menjadi sekitar 457.000 ton. Dengan kata lain, konsumsi pada daerah tersebut sudah berangsur pulih lantaran konsumsi wilayah Sulawesi sepanjang 2020 anjlok 11,8 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut disusul oleh daerah Maluku dan Papua sebesar 29,1 persen menjadi sekitar 142.500 ton. Realisasi tersebut membuat konsumsi di Maluku dan Papua tumbuh 10,3 persen secara tahunan selama JanuariMei 2021 menjadi 796.033 ton.

Adapun, pertumbuhan volume terbesar terjadi Pulau Jawa atau sekitar 282.000 ton secara tahunan menjadi 1,85 juta ton. Dengan demikian, konsumsi semen di Pulau Jawa selama JanuariMei 2021 telah mencapai 12,45 juta ton atau tumbuh 4,88 persen secara tahunan.

"Walaupun [konsumsi semen di Pulau Jawa] anjlok karena hari raya, tapi tetap lebih besar dari tahun lalu," ucapnya.

Widodo mengatakan pertumbuhan konsumsi semen di Pulau Kalimantan belum maksimal lantaran konsumsi 5 bulan pertama 2021 baru mencapai 1,49 juta ton atau tumbuh 2,3 persen secara tahunan. Akan tetapi, pertumbuhan konsumsi per Mei naik 16,1 persen secara tahunan menjadi sekitar 245.000 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tarif listrik asosiasi semen indonesia
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top