Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sarana Multi Infrastruktur Incar Tujuh Proyek SPAM pada 2021-2022

Pproyek SPAM baru berkontribusi sekitar 5,54 persen dari total portofolio PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 30 Juni 2021  |  01:26 WIB
Sarana Multi Infrastruktur Incar Tujuh Proyek SPAM pada 2021-2022
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018). - ANTARA/Zabur Karuru
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) mengincar tujuh proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) untuk menjadi proyek pembiayaan perseroan pada 2021-2022.

Berdasarkan data SMI, proyek SPAM baru berkontribusi sekitar 5,54 persen dari total portofolio perseroan.

Adapun, beberapa SPAM yang telah dibiayai SMI hingga Mei 2021 adalah SPAM Jatigede dengan nilai proyek Rp2,79 triliun, SPAM Kamijoro dengan nilai proyek sekitar Rp334 miliar, dan SPAM Kota Pekanbaru senilai Rp735 miliar.

"Yang masuk ke pipeline kami kurang lebih ada tujuh proyek air minum yang tersebar di [Pulau] Jawa dan Sumatra. Beberapa direalisasikan tahun ini, tapi beberapa akan direalisasikan tahun depan," kata Direktur Pembiayaan dan Investasi SMI Sylvi J. Gani dalam Media Meet Up Mid of 2021, Selasa (29/6/2021).

Sementara itu, setidaknya masih ada satu SPAM lagi yang akan dibiayai SMI di Pulau Jawa, yakni SPAM Regional Pantura. Perkembangan pembiayaan proyek tersebut kini masih dalam tahap koordinasi awal dengan Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK).

Di sisi lain, Sylvi mengatakan pihaknya saat ini sedang menjajaki dua skema pembiayaan kreatif baru. Pertama, mengombinasikan pembiayaan komersil dan pembiayaan pada pemerintah daerah (Pemda).

Menurutnya, skema tersebut akan dilakukan pada proyek-proyek yang dilakukan oleh Pemda, seperti konstruksi SPAM, konstruksi jalan, dan lainnya.

Skema pembiayaan kreatif lain yang sedang digodok adalah pembiayaan syariah dalam proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

"Produk syariah ini cukup menarik untuk pembiayaan di infrastruktur dan memang akan menambah atau menjadi value added dibandingkan dengan pembiayaan konvensional," jelasnya.

Dalam laporan SMI, realisasi pendapatan pengembangan proyek hingga Mei 2021 hanya mencapai Rp1,52 triliun atau anjlok 89 persen secara tahunan. Adapun, pendapatan pengembangan proyek pada Januar - Mei 2020 mencapai Rp13,7 triliun.

Sebelumnya, Kasubdit Perencanaan Teknis SPAM Kementerian PUPR Dades Prinandes mengatakan sekitar 12 SPAM baru akan dibangun dengan skema KPBU. Namun demikian, Dades belum dapat memastikan SPAM mana yang akan dilelang dalam waktu dekat.

"Ada 12 [SPAM] yang sudah masuk dalam data usulan KPBU. [SPAM] yang berjalan menuju final business case baru 6 unit," kata Dades kepada Bisnis, Senin (17/5/2021).

Berdasarkan catatan Bisnis, saat ini SPAM KPBU yang sedang dalam tahap transaksi mencapai dua unit, yakni SPAM Jatiluhur I dan SPAM Karian-Serpong. Sementara itu, SPAM KPBU yang sedang dalam tahap konstruksi adalah SPAM Semarang Barat.

Sejauh ini, baru ada dua unit SPAM KPBU yang telah beroperasi, yakni SPAM Umbulan dan SPAM Bandar Lampung. Dades berharap SPAM KPBU selanjutnya yang akan dilelang dalam waktu dekat adalah SPAM Jatigede.

"Itu yang kami lihat dan yang lainnya masih tahap usulan. Sebenarnya banyak yang masih tahap usulan, seperti SPAM Kamijoro dan SPAM Maningin," ucapnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, pemerintah akan membangun 75 bendungan baru selama 2014–2024 dengan kapasitas air baku mencapai 88,31 liter per detik. Adapun, pemerintah hanya akan memanfaatkan 31 bendungan sebagai sumber SPAM baru pada periode tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur spam sarana multi infrastruktur
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top