Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tabung Oksigen Diburu, Begini Strategi Emiten AGII

Perseroan menilai jumlah tabung beredar ditambah dengan sejumlah tabung yang akan datang, maka seharusnya sudah mampu memenuhi kebutuhan saat ini.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 29 Juni 2021  |  12:56 WIB
Tabung Oksigen Diburu, Begini Strategi Emiten AGII
Pekerja menata tabung oksigen medis di salah satu agen isi ulang oksigen, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/6/2021). - Antara/Novrian Arbi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Aneka Gas Industri Tbk. (AGII) menyebut telah memberlakukan kebijakan pembelian dua tabung hanya bisa dilakukan untuk masyarakat yang mengantongi surat sakit dari dokter.

Meski perseroan menilai seharusnya dengan jumlah tabung beredar ditambah dengan sejumlah tabung yang akan datang lagi maka seharusnya sudah mampu memenuhi kebutuhan saat ini.

Kementerian Perindustrian menyebut saat ini kapasitas produksi gas oksigen di Indonesia mencapai 650 juta ton per tahun, dengan 300 juta ton yang sudah terintegrasi dengan pengguna. Adapun jumlah stok tabung oksigen nasional saat ini 6,8 juta unit dengan 3.400 di antaranya disumbangkan ke India pada Mei 2021. 

Presiden Direktur Aneka Gas Industri Rachmat Harsono mengatakan atas kondisi melonjaknya permintaan medis, perseroan bahkan sudah mengimbau agar seluruh cabang di Indonesia memberlakukan penjualan satu tabung pada satu keluarga.

"Pembelian dua tabung masih diizinkan hanya dengan menunjukkan syarat surat sakit dari dokter," katanya kepada Bisnis, Selasa (29/6/2021).

Rachmat menyebut secara kapasitas saat ini tentu sulit jika harus menambah tiba-tiba. Namun, di sejumlah pabrik perseroan kegiatan operasional hingga distribusi bahkan berjalan terus hingga 24 jam.

Oleh karena itu, Rachmat menyebut yang dilakukan perseroan adalah melakukan switching dari gas industri pada medis. Saat kondisi normal, porsi gas oksigen industri 70 persen dan medis 30 persen.

"Sekarang yang medis sudah di atas 50 persen. Jadi, kalau kehabisan di Pramuka bisa ke distributor kami jangan jadikan Pramuka barometer nasional," ujarnya.

Rachmat pun mengimbau pada pengelolaan tabung gas bekas pakai untuk dirawat kembali dengan baik. Pasalnya, selama ini banyak pasien atau rumah sakit yang menelantarkan tabung gas bekas pakai pasien.

Kondisi itu dinilai menjadi salah satu pemicu banyaknya keluhan tabung gas yang mulai menipis saat ini.

Rachmat mencatat secara nasional perseroan telah memiliki filling station oksigen untuk pengisian tabung kosong. Khusus di Jabodetabek ada 60 filling station yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Selain itu, pihaknya juga akan menambah produksi liquefaction oxygen guna memenuhi kebutuhan medis yang meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

oksigen aneka gas industri Covid-19
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top