Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akhirnya! Sengketa Dagang Boeing vs Airbus Berakhir

Kesepakatan itu dipicu oleh meningkatnya kesadaran di antara para pembuat kebijakan di Brussels dan Washington bahwa produsen kedirgantaraan yang disponsori negara, Commercial Aircraft Corp. of China, atau Comac, berada di jalur untuk menjadi saingan dalam pembuatan pesawat global.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 15 Juni 2021  |  15:59 WIB
Akhirnya! Sengketa Dagang Boeing vs Airbus Berakhir
Logo Airbus - Reuters/Regis Duvignau

Bisnis.com, JAKARTA - Sengketa perdagangan atas subsidi pesawat Airbus SE. dan Boeing Co. akhirnya selesai, setelah Amerika Serikat dan Uni Eropa sepakat untuk menyudahi sengketa yang telah berlangsung selama 17 tahun.

Baik Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) sebelumnya saling mengenakan tarif atas ekspor masing-masing hingga mencapai US$ 11,5 miliar.

Dilansir Bloomberg, Selasa (15/6/2021), menurut pejabat yang mengetahui pertimbangan tersebut, Komisi Eropa menghabiskan Senin (14/6/2021) malam membahas kesepakatan dengan negara-negara anggota untuk menyelesaikan kesepakatan sebelum KTT Uni Eropa dan AS di Brussel bersama dengan Presiden Joe Biden.

Kesepakatan penting itu membuka halaman baru hubungan dagang keduanya dan menyiapkan panggung untuk era baru kerja sama transatlantik atas bantuan negara pada saat China berlomba-lomba untuk menggantikan duopoli pesawat sipil Boeing-Airbus.

Kesepakatan itu didorong sebagian oleh meningkatnya kesadaran di antara para pembuat kebijakan di Brussels dan Washington bahwa produsen kedirgantaraan yang disponsori negara, Commercial Aircraft Corp. of China, atau Comac, berada di jalur untuk menjadi saingan dalam pembuatan pesawat global.

Pada 2019, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memberi wewenang kepada AS untuk menaikkan tarif terhadap US$7,5 miliar ekspor UE setiap tahun atas dukungan pemerintah untuk Airbus. Sementara UE memenangkan izin untuk membalas dengan pungutan atas barang-barang AS senilai US$4 miliar.

Retribusi ditangguhkan oleh kedua belah pihak pada Maret saat para negosiator bekerja menuju kesepakatan. Hal itu mencakup barang-barang mulai dari pesawat terbang dan suku cadang hingga traktor, anggur, dan keju. Inggris secara sepihak menangguhkan tarifnya dengan AS pada Desember karena keluar dari UE.

Uni Eropa dan AS juga akan berkomitmen pada pertemuan puncak itu untuk menghapus tarif terkait dengan sengketa baja dan aluminium, menurut rancangan kesimpulan pertemuan. Pada 2018, AS memberlakukan pungutan atas ekspor logam dari Eropa dengan alasan keamanan nasional.

Uni Eropa menerapkan tarif pada berbagai produk AS termasuk sepeda motor Harley-Davidson. Uni Eropa membalas tindakan baja dan aluminium AS dengan menargetkan 2,8 miliar euro (US$ 3,4 miliar) pada impor Amerika dengan tarif pada berbagai produk merek besar, termasuk sepeda motor Harley-Davidson Inc., jeans Levi Strauss & Co., dan wiski bourbon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa boeing airbus
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top