Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nilai Ekspor Mamin Korsel Tumbuh Hampir 15 Persen Tahun Lalu

Produk mamin Korsel yang dinikmati oleh konsumen internasional sebelumnya hanya terbatas pada beberapa bumbu dan hidangan terkenal seperti kimci, bulgogi, dan bibimbap.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 15 Juni 2021  |  12:29 WIB
Makanan Korea - Istimewa
Makanan Korea - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Ekspor makanan dan minuman Korea Selatan mencatat rekor baru pada tahun lalu dan diproyeksikan meningkat lebih tinggi tahun ini.

Menurut Layanan Bea Cukai Korsel pada 14 Juni 2021 seperti dikutip dari www.kedglobal.com, ekspor makanan dan minuman (mamin) negara itu mencapai US$4,28 miliar tahun lalu, tumbuh 14,7 persen dibandingkan dengan US$3,73 miliar pada 2019.

Ekspor mamin masih kuat tahun ini, mencatat angka US$1,59 miliar hingga April. Analis industri mengatakan angka tahunan kemungkinan akan melampaui 5 triliun won (US$4,47 miliar) pada 2021.

Produk mamin Korsel yang dinikmati oleh konsumen internasional sebelumnya hanya terbatas pada beberapa bumbu dan hidangan terkenal seperti kimci, bulgogi (barbeku daging sapi yang diasinkan), dan bibimbap (nasi campur dan mangkuk sayur).

Berkat semakin populernya semua hal Korea di seluruh penjuru dunia, pakar industri mengatakan bahwa komunitas global telah menunjukkan minat yang lebih besar pada makanan dan minuman Korea.

Produsen kimci terbesar Korea, Daesang Corp., baru-baru ini berfokus pada ekspor rumput laut ke Asia Tenggara. Sementara rumput laut kering asin biasanya dikonsumsi dengan nasi putih di Korea. Daesang mencatat bahwa orang Indonesia memakan rumput laut sebagai camilan.

Daesang, bekerja sama dengan merek lokal Mamasuka, memperkenalkan berbagai produk rumput laut berukuran makanan ringan dengan penawaran rasa yang tidak tersedia di Korea seperti BBQ Korea atau rasa telur asin, serta produk rumput laut asli yang dibuat untuk dimakan dengan nasi.

Berkat kesuksesan besar produknya, Daesang kini menguasai 63 persen pangsa pasar rumput laut di Indonesia.

Dongwon F&B Co., produsen tuna kaleng terbesar di negara itu, juga memasuki pasar Asia Tenggara dengan Dongwon Kimchi Tuna, yang menurut perusahaan itu akan menerima sertifikasi halal.

Waralaba ayam goreng Korea Chicken Plus yang menu utamanya menu ayam dan tteokbokki (kue beras tumis pedas), masuk ke Malaysia pada 2018. Kini Chicken Plus juga memiliki waralaba di China, Jepang, dan Vietnam.

Di segmen minuman, pemimpin industri soju yang dominan di Korea, HiteJinro Co. memimpin promosi minuman Korea di luar negeri.

Soju, ironisnya, dipilih sebagai makanan dan minuman terburuk di antara semua makanan dan minuman Korea tahun lalu ketika Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan melakukan studi komprehensif yang melibatkan 8.000 konsumen internasional.

Banyak yang mengatakan bahwa soju tidak memiliki bau dan rasa yang menarik dibandingkan dengan minuman yang akrab bagi konsumen asing seperti anggur atau wiski.

HiteJinro menangani masalah ini dengan produk soju rasa buah, yang sudah sedikit populer di Korea pada 2015.

Setelah memperkenalkan Jinro Grapefruit dan item soju rasa buah lainnya di Asia Tenggara, HiteJinro mengatakan bahwa angka tersebut menunjukkan bahwa lebih banyak penduduk setempat yang menikmati minuman tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bts Kpop makanan korea
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top