Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Punya Strategi Kuat, Keju Lokal Bali Bertahan di Tengah Covid-19

Saat pandemi kegiatan hotel dan restoran benar-benar mati. Padahal sebagian besar keju dipasok ke sektor tersebut di Bali.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 11 Juni 2021  |  17:36 WIB
Keju Rosalie Kalyana.  - Rosalie Kalyana
Keju Rosalie Kalyana. - Rosalie Kalyana

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen keju lokal, CV Rosalie Kalyana asal Bali tak gentar menghadapi pandemi Covid-19 yang telah meruntuhkan bisnis horeka di Bali. Pasalnya, selama ini bisnis keju Rosalie mayoritas dipasok untuk horeka di Bali.

Pendiri CV Rosalie Kalyana Ayu Utami Linggih mengatakan saat pandemi kegiatan hotel dan restoran benar-benar mati. Alhasil, jika tidak memutar otak dan mengubah strategi penjualan maka akan sulit untuk bertahan.

"Makanya kemudian kami mulai penjualan di e-commerce dan memasarkan ke luar Bali karena daya beli masih ada. Kami juga gerak melalui berbagai channel online untuk mengajari konsumsi keju di rumah," katanya dalam diskusi virtual, Jumat (11/6/2021).

Ayu menilai sebenarnya saat ini konsumsi keju di Indonesia memiliki tren meningkat. Namun, umumnya melalui pangan olahan di berbagai restoran atau hotel. Untuk itu, peluang memasuki pasar rumahan masih besar.

Berbagai upaya jemput bola masuk langsung ke pasar konsumen itu pun cukup membuahkan hasil. Pertumbuhan penjualan perusahaan oleh konsumen secara langsung pun mencata peningkatan selama pandemi.

Sejalan dengan hal itu, Ayu juga sedang mencoba untuk fokus memasuki pasar ekspor. Saat ini produknya baru dikenalkan di Brunei Darussalam dan langsung mendapat sambutan yang baik.

"Keju kami juga terjamin halal dan di Brunei belum memiliki produsen keju lokal sendiri sehingga ketika kami kenalkan mereka cukup menyambut baik," ujarnya.

Selanjutnya, Ayu berharap Keju Rosalie bisa masuk paling tidak ke sejumlah negara jiran seperti Malaysia, Singapura, dan lainnya.

Adapun dari segi bahan baku, berbeda dari keju pada umumnya, keju Rosalie dibuat dari susu kambing etawa yang diambil dari peternak di Jawa Timur dan Bali. Menurut Ayu, nutrisi dalam susu kambing tersebut lebih tinggi dan relatif mudah dicerna oleh tubuh manusia.

Pada proses pengentalan keju Rosalie telah dipastikan aman untuk anak-anak dan kalangan vegetarian.

Keju Rosalie memiliki beberapa jenis produk, di antaranya Halloumi, Gouda, dan Chevre yang cocok untuk olahan masakan. Selain itu, ada pula Black Pepper Goat, Black dan White, dan Milton yang pas untuk dimakan langsung. Ada pula Grated Cheese yang bisa digunakan untuk bahan adonan kue.

Pada jenis Black and White, keju Rosalie menggunakan abu kelapa yang belum ditemukan di merek keju lainnya.

"Kami juga menggunakan unsur budaya pada kemasan kami yaitu dengan menggunakan besek Bali yang dapat digunakan kembali atau untuk proses memasak keju menggunakan oven," kata Ayu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur industri makanan dan minuman keju
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top