Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Garuda, Dahlan Iskan: Direksi Jangan Mimpi Keindahan Uang Pemerintah

Di tengah beban keuangan Garuda Indonesia, Dahlan Iskan menyarankan agar para direksi tak berharap banyak soal kucuran dana dari pemerintah.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 07 Juni 2021  |  21:42 WIB
Garuda Indonesia - istimewa
Garuda Indonesia - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) disarankan untuk tak hanya menggantungkan diri akan adanya suntikan dana yang diberikan oleh pemerintah di tengah kesulitan likuiditas yang dihadapi saat ini.

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dalam tulisan tertulisnya, Senin (7/6/2021), mempertanyakan kepastian kebijakan soal nasib maskapai pelat merah tersebut. Dia pun menyarankan agar para direksi tak berharap banyak soal kucuran dana dari pemerintah.

"Direksi GA juga sebaiknya juga jangan memimpikan keindahan uang pemerintah. Biarpun masih mayoritas, tetap saja pemerintah hanya mayoritas tipis di Garuda," katanya, Senin (7/6/2021).

Di sisi lain Dahlan pun prihatin dengan nasib emiten berkode saham GIAA yang belum jelas hingga kini. Dia pun membandingkan maskapai yang identik dengan warna biru tersebut dengan kondisi rekan Asia Tenggara lainnya yakni Thai Airways.

Dia berpendapat bahwa dua perusahaan ini sama-sama memiliki persoalan keuangan.

"Ini bukan Garuda Indonesia, tapi ya sama saja: megap-megap. Itulah Thai Airways TG. Milik Thailand. Bedanya, Thai airways sudah membuat keputusan membawa masalahnya ke PKPU-nya Thailand.

Dahlan mengatakan sidang PKPU untuk Thai Airways sudah berlangsung dan siap diputuskan. Tapi, ujar dia, para kreditor masih menyusulkan pendapat dan pengadilan setuju untuk mendengar pendapat susulan itu. Sehingga putusan PKPU dari perusahaan Maskapai asal Negeri Gajah itu pun dimundurkan ke 15 Juni 2021.

"Garuda masih melayang-layang dengan benang putusnya. Thai Airways tinggal tunggu sepuluh hari lagi," tekannya.

Perbedaan lainnya, kata Dahlan, pemerintah Thailand sudah memutuskan tidak akan menginjeksi lagi Thai Airways. Bahkan pemerintah setempat sudah tidak lagi menjadi pemegang saham mayoritas sejak tiga tahun lalu. Sehingga pemerintah Thailand melakukan divestasi saham dari 51 persen menjadi 47,8 persen.

Dengan divestasi itu pemerintah mengeluarkan Thai Airways dari daftar BUMN-nya. Divestasi itu dilakukan dengan cepat. Saat itu status TG sudah seperti GA: sudah melantai di pasar modal. Tidak rumit mendivestasi saham di pasar modal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Dahlan Iskan Garuda Indonesia
Editor : Anitana Widya Puspa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top