Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Singapore Airlines : Cadangan Kas Cukup hingga 2023

Singapore Airlines telah mengumpulkan S$15,4 miliar, termasuk S$8,8 miliar dari right offering sejak April tahun lalu dan memangkas sekitar 20 persen tenaga kerjanya untuk mengurangi biaya.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 01 Juni 2021  |  15:01 WIB
Maskapai Singapore Airlines - www.singaporeair.com
Maskapai Singapore Airlines - www.singaporeair.com

Bisnis.com, JAKARTA — Singapore Airlines Ltd. mengumpulkan US$4,7 miliar dari obligasi konversi bersama dengan cadangan kas yang akan menyambung napas perusahaan sampai tahun fiskal yang berakhir Maret 2023.

Seperti dilansir Bloomberg, Selasa (1/6/2021), maskapai andalan Negeri Singa itu menanggapi pertanyaan dari Asosiasi Investor Sekuritas bulan lalu tentang apakah mereka telah mempertimbangkan privatisasi. Singapore Airlines mengatakan bahwa privatisasi tidak perlu dipertimbangkan karena itu adalah ranah pemegang saham.

"Mengingat bahwa hasil dari rights issue akan diperlakukan sebagai ekuitas di neraca, ini memungkinkan kami untuk mempertahankan basis ekuitas yang kuat dan menciptakan opsi untuk meningkatkan pembiayaan utang lebih lanjut yang diperlukan,” kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan.

Singapore Airlines telah mengumpulkan S$15,4 miliar, termasuk S$8,8 miliar dari right offering sejak April tahun lalu dan memangkas sekitar 20 persen tenaga kerjanya untuk mengurangi biaya.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) pada April lalu meningkatkan perkiraan kerugian tahun ini menjadi sekitar US$48 miliar karena gejolak Covid yang baru menarik mundur jadwal untuk memulai perjalanan udara internasional. 

Situasi ini sangat mengerikan bagi maskapai penerbangan seperti Singapore Airlines yang tidak memiliki pasar domestik untuk diandalkan.

Maskapai ini mencatat kerugian tahunan terburuk pada akhir Maret karena Covid terus mendatangkan malapetaka pada perjalanan global. Temasek Holdings Pte, pemegang saham terbesar Singapore Airlines, telah berjanji untuk berlangganan hak prorata dan sisa saldo dari penerbitan obligasi konversi, kata maskapai itu bulan lalu.

Pemborosan dana operasional bulanan Singapore Airlines telah turun menjadi sekitar S$100 juta menjadi S$150 juta dari S$350 juta pada awal pandemi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapore airlines Covid-19
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top