Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Teten Masduki Ungkap Larangan 13 Produk Asing di Shopee Tanpa Paksaan

Ini semacam kesepahaman bersama di antara keduanya untuk memajukan UMKM lokal yang sudah memproduksi 13 kategori barang tersebut. Teten pun yakin larangan ini tidak akan menganggu bisnis Shopee.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Mei 2021  |  22:40 WIB
Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki melakukan kunjungan ke sentra vaksinasi untuk Pelaku UMKM di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Kamis (01/04).  - Bisnis.com/Laurensia Felise
Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki melakukan kunjungan ke sentra vaksinasi untuk Pelaku UMKM di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Kamis (01/04). - Bisnis.com/Laurensia Felise

Bisnis.com, JAKARTA - Shopee Indonesia telah bersepakat dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki untuk melarang masuknya 13 kategori produk asing untuk pasar tanah air.

Kedua belah pihak satu suara bahwa tidak ada paksaan di balik keputusan ini.

"Memang ini bukan paksaan," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam konferensi pers virtual bersama Shopee pada Selasa, 18 Mei 2021.

Menurut Teten, ini semacam kesepahaman bersama di antara keduanya untuk memajukan UMKM lokal yang sudah memproduksi 13 kategori barang tersebut. Teten pun yakin larangan ini tidak akan menganggu bisnis Shopee.

Di satu sisi, kata dia, produk yang dijual di Shopee semakin banyak dan sudah menuju ekspor. Di sisi lain, barang-barang yang memang tidak ada di tanah air juga masih bisa diakses konsumen. "Jadi secara bisnis, ini bisa saling melengkapi," kata dia.

Setali tiga uang, Executive Director Shopee Indonesia Handika Wighuna Jahja menyebut keputusan ini adalah hasil kolaborasi kedua pihak. "Bisa dibilang ini bukan paksaan pastinya," kata dia.

Sebab, Shopee selama ini juga terus mendukung produk UMKM lokal. Ini adalah bagian dari strategi Shopee untuk membuat UMKM lokal bisa terus bersaing, tak hanya untuk pasar dalam negeri, tapi juga ekspor.

Contohnya, Shopee sudah membuka pasar Brasil. Ini adalah bagian dari rencana Shopee mewujudkan 500.000 eksportir di tahun 2030. "Jadi jangan kaget nanti di Rio de Janeiro [Brasil], pada pakai batik dari Indonesia," kata dia.

Adapun rincian produk tersebut yaitu mulai dari hijab, atasan muslim perempuan, bawahan muslim perempuan, atas muslim pria, dan bawahan muslim pria. Selanjutnya, outwear muslim, mukena, pakaian muslim, pakaian muslim anak, aksesoris muslim, alat-alat solat, batik, dan kebaya.

Teten Masduki menyebut potensi penyelamatan produk UMKM dengan larangan ini mencapai sekitar Rp 300 triliun per tahun. Angka ini, kata dia, meliputi industri fashion muslim yang nilainya mencapai Rp 280 triliun per tahun dan industri batik Rp 4,89 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor teten masduki shopee

Sumber : Tempo

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top