Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina Bakal Jalankan Proyek DME Paralel dengan Proyek CCUS

Pengembangan proyek DME dengan carbon capture utilization and storage (CCUS) diharapkan dapat menekan emisi karbon dapat hingga mencapai 45 persen.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 11 Mei 2021  |  20:09 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat, salah satunya mengawal kerja sama gasifikasi batu bara antara Pertamina, PTBA, dan Air Products. Istimewa
Menteri BUMN Erick Thohir dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat, salah satunya mengawal kerja sama gasifikasi batu bara antara Pertamina, PTBA, dan Air Products. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) bakal menjalankan proyek dimetil eter sejalan paralel dengan proyek carbon capture utilization and storage untuk mendukung pengurangan emisi karbon.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan bahwa energi transisi, green energy, dan circular energy saat ini menjadi prioritas, sejalan dengan Grand Strategi Energi Nasional, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Pertamina juga memahami bahwa pengembangan dan produksi dimetil eter (DME) ini berkaitan dengan isu lingkungan. Pengembangan proyek DME dengan carbon capture utilization and storage (CCUS) diharapkan dapat menekan emisi karbon dapat hingga mencapai 45 persen.

"Pertamina sebagai BUMN telah memformulasikan kembali strategi yang sejalan dengan arahan Pemerintah dalam mencapai penurunan 41 persen carbon emission di tahun 2030," ujar Nicke melalui keterangan resminya, Selasa (11/5/2021).

Proyek gasifikasi batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, Sumatra Selatan dipastikan akan dilanjutkan untuk mengurangi ketergantungan pada impor liquefied petroleum gas (LPG) dan subsidi LPG pemerintah. Kepastian tersebut didapat melalui penandatanganan amendemen perjanjian kerja sama dan perjanjian pengolahan DME antara PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dan Air Products & Chemical Inc (APCI), secara virtual di Jakarta dan Los Angeles, Amerika Serikat.

Adapun, proyek strategis nasional (PSN) ini akan dilakukan di Tanjung Enim selama 20 tahun, dengan mendatangkan investasi asing dari APCI sebesar US$2,1 miliar atau setara Rp30 Triliun. Dengan utilisasi 6 juta ton batu bara per tahun, proyek ini dapat menghasilkan 1,4 juta DME per tahun untuk mengurangi impor LPG 1 juta ton per tahun sehingga diharapkan memperbaiki neraca perdagangan.

Selain itu, proyek ini diharapkan dapat memberi efek berganda antara lain menarik investasi asing lainnya, dan melalui penggunaan porsi TKDN di dalam proyek juga dapat memberdayakan industri nasional dengan penyerapan tenaga kerja lokal.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan bahwa pemerintah mendukung penuh proyek gasifikasi tersebut karena dapat mengurangi ketergantungan pada impor, juga menghemat cadangan devisa, dan menyerap tenaga kerja.

"Kerja sama gasifikasi batu bara bisa menghemat cadangan devisa hingga 9,7 triliun rupiah per tahun dan menyerap 10.000 tenaga kerja," ujar Erick.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina batu bara gasifikasi batu bara
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top