Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Idulfitri, Pasokan Listrik Dipastikan Aman dan Cukup

Kementerian ESDM telah membentuk pos komando (posko) pemantauan kondisi sektor ESDM khususnya di subsektor ketenagalistrikan secara virtual berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) sejak 6 Mei 2021 dan akan berakhir pada 21 Mei 2021.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 11 Mei 2021  |  12:56 WIB
Pekerja memperbaiki jaringan listrik. - Bisnis
Pekerja memperbaiki jaringan listrik. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan pasokan listrik menjelang Idulfitri 1442 H aman dan mencukupi.

"Menjelang hari raya Idulfitri, kondisi pasokan tenaga listrik pada sistem Jawa—Bali berada pada kondisi normal. Selain itu, berdasarkan pengalaman, kecenderungan beban puncak menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya karena berkurangnya aktivitas industri," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana melalui siaran pers, Selasa (11/5/2021).

Dia mengatakan bahwa Kementerian ESDM telah membentuk pos komando (posko) pemantauan kondisi sektor ESDM khususnya di subsektor ketenagalistrikan secara virtual berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) sejak 6 Mei 2021 dan akan berakhir pada 21 Mei 2021.

"Melalui penugasan kepada inspektur ketenagalistrikan kami juga siap mengantisipasi kejadian khusus selama periode Idulfitri sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman," katanya.

Menurutnya, secara umum pasokan daya listrik di seluruh Indonesia pada 22 sistem kelistrikan dalam kondisi cukup dan aman.

Berdasarkan laporan posko pada 10 Mei 2021, saat periode beban puncak siang hari, keseluruhan sistem dalam kondisi aman. Secara keseluruhan daya mampu pasok nasional sebesar 41.559,91 megawatt (MW) dan beban puncak sebesar 28.060,50 MW, sehingga kapasitas cadangan daya nasional sebesar 13.499,42 MW atau sebesar 48,11 persen.

"Khusus sistem kelistrikan Jawa, Madura, Bali diperkirakan pada periode hari raya Idulfitri dalam kondisi normal dengan cadangan daya pembangkit lebih besar dari kapasitas unit terbesar sistem, yaitu PLTU Jawa-7," kata Rida.

Rida berharap PLN dapat memastikan kesiapan dan keandalan sistem kelistrikan, meliputi kesiapan unit pembangkit, penguatan jaringan transmisi dan distribusi tenaga listrik. PLN juga diminta supaya menghentikan sementara pemeliharaan instalasi di transmisi dan gardu induk, kecuaIi pekerjaan darurat meliputi perbaikan kerusakan atau gangguan peralatan.

PLN juga diharapkan dapat menjaga kontinuitas pasokan listrik di lokasi-lokasi prioritas, seperti tempat ibadah utama, bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, jalan nasional, rumah sakit, dan tempat strategis lainnya.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memantau dan memastikan pasokan listrik aman jelang hari raya Idulfitri sehingga masyarakat dapat merayakan Idulftri dengan nyaman.

PLN, katanya, telah menyiagakan personel dan posko siaga di seluruh unit PLN di Indonesia. PLN menyiapkan 2.327 posko siaga, 31.000 personel, 4.591 unit kendaraan yang siap bertugas 24 jam untuk menjaga keandalan pasokan listrik yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Meskipun di tengah pandemi Covid-19, kami komitmen terus siaga menjaga pasokan listrik, khususnya untuk libur Idulfitri 1442 H. Kami ingin pelanggan merayakan Idulfitri di rumah masing-masing tetap terasa bermakna dengan terjaganya pasokan listrik," tutur Zulkifli.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik lebaran
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top