Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tekan Fatalitas Kecelakaan Jalan Tol, Begini Cara Kemenhub

Menhub Budi Karya menggandeng Basarnas dan Jasa Marga untuk menekan fatalitas kecelakaan di jalan non-tol dan jalan tol.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 10 Mei 2021  |  15:32 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi V DPR,  di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi V DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan untuk menekan angka fatalitas kecelakaan di jalan tol hingga 0 persen baik di jalan raya non-tol maupun di jalan tol bekerja sama dengan Basarnas dan PT Jasa Marga Tbk. (JSMR).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Basarnas dan Jasa Marga melakukan simulasi-simulasi penanganan dan pertolongan kecelakaan di jalan tol agar keterampilan para petugas semakin meningkat. Menurutnya tidak mungkin dapat dilaksanakan penyelamatan tanpa keterampilan yang baik.

“Pemerintah secara jangka panjang menargetkan untuk menekan fatalitas kecelakaan di jalan raya hingga 0 persen pada 2035. Untuk jalan tol, kami harap dapat dicapai dalam kurun waktu yang lebih pendek yaitu di tahun 2024 diharapkan sudah 0 persen,” ujarnya, Senin (10/5/2021).

Menhub menjelaskan target tersebut merupakan upaya yang tidak mudah. Oleh karena itu, dia meminta kolaborasi yang baik dan konsisten antar instansi baik dari Basarnas, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), Ditjen Perhubungan Darat dan tentu operator seperti PT Jasa Marga, untuk terus melatih keterampilan melakukan penanganan dan pertolongan darurat, khususnya di jalan tol.

Kerja sama antara Basarnas dan Jasa Marga meliputi pengintegrasian komunikasi dan informasi antara Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) dengan Basarnas terkait pertolongan dan penanganan darurat kecelakaan, agar korban dengan fatalitas tinggi dapat segera diselamatkan.

Dalam simulasi yang dilaksanakan di dua titik, yakni Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) KM 39, dan Jalan Tol Jagorawi KM 19, para petugas dari Basarnas dan Jasa Marga mensimulasikan penanganan dan pertolongan korban kecelakaan di jalan tol, dengan menggunakan helikopter untuk mengevakuasi korban kecelakaan. Dari simulasi tersebut, akan dihitung target kecepatan waktu penanganan dan pertolongan korban kecelakan di jalan tol.

Menhub menegaskan korban kecelakaan di jalan membutuhkan suatu penanganan khusus dan harus dilakukan sesuai prosedur dan tata cara penanganan dan pertolongan yang berlaku, agar tidak terjadi kesalahan yang bisa berakibat fatal bagi korban kecelakaan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol kementerian perhubungan jasa marga
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top