Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wahai Pengembara Digital, Mau Bekerja dari Bali, Bisa Dicoba Nih

Banyak karyawan yang percaya bahwa mereka dapat mempertahankan tingkat produktivitas di luar kantor. Bagi pengembara digital, silakan bayangkan Anda bekerja di Bali sambil menikmati keindahan Pantai Tanjung Benoa.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 06 Mei 2021  |  22:29 WIB
Lavaya Residence & Resort layak dicoba untuk workcation bagi pengembara digital sambil menikmati keindahan Pantai Tanjung Benoa. - Istimewa
Lavaya Residence & Resort layak dicoba untuk workcation bagi pengembara digital sambil menikmati keindahan Pantai Tanjung Benoa. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Properti Bali Benoa (Ganda Land Group) menawarkan digital nomad-staycation di unit residensial premium Lavana Residence & Resort.

Perkembangan teknologi informasi ikut memengaruhi gaya hidup para pekerja termasuk bekerja di luar kantor yang kini menjadi tren dan sangat diminati para pekerja milenial.

Perusahaan perangkat lunak virtualisasi Amerika Serikat, VM ware, dalam riset bertajuk Digital Frontiers 3.0 Study yang dirilis pada 15 April 2021 menyatakan Indonesia sebagai negara terdepan terkait dengan tingkat penerimaan masyarakat dalam merengkuh pengalaman digital. Bahkan 80 persen dari responden yang disurvei menyebut sebagai digitally curious atau digital explorers.

Riset tersebut mengungkapkan 64 persen digital curious itu adalah para millenial workforce (tenaga kerja milenial), yang menganggap bekerja adalah sesuatu yang dilakukan di mana pun mereka berada. Lebih dari 70 persen responden juga percaya bahwa mereka dapat mempertahankan tingkat produktivitas di luar kantor.

Fenomena itu terjadi seiring dengan adanya dinamika perubahan tempat kerja baru dengan bergantinya profil pekerja dari seorang baby boomer ke seorang milenial.

Mereka adalah orang yang lahir di era mobile tahun 1982 ke atas, menduduki posisi penting di korporasi dan memiliki harapan yang tinggi terhadap informasi teknologi untuk mendukung kinerja bisnis seiring dengan cepatnya perkembangan teknologi.

Generasi seperti inilah yang dipercaya mampu mengubah tempat dan cara kerja menjadi lebih mobile.

Faktanya, tren tersebut sedang marak di seluruh dunia. Mereka menyebutnya digital nomaden atau disingkat digital nomad (pengembara digital). Masyarakat yang semula harus bekerja di kantor menjadi bebas, tanpa terbatas ruang dan waktu.

dalam kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno di Bali pada April lalu, menyebutkan sangat mungkin diterapkan digital nomad di Pulau Bali yang memiliki keindahan alam dan kawasannya telah dilengkapi dengan infrastruktur telekomunikasi mumpuni.

Sejalan dengan hal itu, pemerintah meluncurkan program Work from Bali (WFB), yaitu aktivitas workcation atau bekerja dari Bali yang mengakomodasi para pekerja milenial agar tetap bisa mengendalikan pekerjaan dari jarak jauh meskipun sedang dalam liburan.

Mereka bekerja sambil liburan dan memanfaatkan ruang kerja bersama. Bali adalah salah satu tempat yang sangat tepat untuk mendukung hal itu.

Pengunjung dapat memilih lokasi bekerja secara sporadis sesuai vibes yang disukai dengan memanfaatkan teknologi digital nirkabel.

Mereka mudah didapati di sejumlah co-working space yang berada di resto atau kafe, vila dan hotel. Nusa Dua, Bali, dikenal sebagai surganya digital nomad baik wisatawan lokal maupun turis asing yangmendambakan suasana kantor menyenangkan, fleksibel namun tetap komunikatif.

Direktur Marketing PT Properti Bali Benoa Nathalia Sunaidi menuturkan workcation di Lavaya Residence & Resort lebih menyenangkan dan mampu mengurangi stres karena sepanjang aktivitas disuguhkan pemandangan alam Pantai Tanjung Benoa.

Menurutnya, tren digital nomad-staycation merupakan salah satu cara menghilangkan kejenuhan dan mengurangi stres dalam dunia pekerjaan di tengah pandemi Covid-19.

"Karena kalau bekerja dari Bali, suguhan pantainya menjadi daya tarik menarik. Dengan pakaian kasual santai, bawa laptop dan charger pengunjung bisa mendapatkan pemandangan alam yang bikin pikiran lebih santai. Suasana seperti ini akan memudahkan para pekerjamengail ide-ide brilian,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada Kamis (6/5/2021).

Dia menilai program “Bekerja dari Bali” ini sangat membantu di tengah lesunya pariwisata Bali akibat pandemi. Terlebih Kemenparekraf memplot Pulau Bali sebagai satu dari tiga wilayah pariwisata di Indonesia yang memberikan visa jangka panjang bagi wisatawan mancanegara dengan masa 5 tahun serta dapat diperbaharui.

“Inilah yang nanti mendorong lebih banyak masyarakat dunia digital nomad untuk mempertimbangkan Bali sebagai second home,” ucapnya.

Dengan banyaknya wisatawan yang menjadikan Bali sebagai ‘rumah kedua’, bisnis properti di Bali diyakininya akan tumbuh.

Nathalia optimistis ekonomi Bali segera bangkit lewat penciptaan lapangan kerja serta penyerapan tenaga kerja seluas-luasnya.

“Bali menawarkan gaya hidup yang sehat, kuliner terjangkau juga propertinya yang dalam kondisi baik. Ini adalah faktor bahwa ekonomi Bali segera bergerak dan bangkit kembali,” tuturnya.

Adapun hingga saat ini konstruksi kondominium Lavaya Residence & Resort sudah mencapai 85 persen dan akan diserahterimakan kepada pembeli pada akhir tahun ini. Di atas lahan 2,3 hektare, proyek terdiri dari hunian setinggi lima lantai sebanyak 402 unit. Harganya mulai Rp1,9 miliar per unit.

Sepanjang Mei, pengembang bekerja sama dengan Bank BTN menawarkan promo bebas biaya KPR, subsidi bunga, dan bebas biaya administrasi bank. “Uang muka 5 persen bisa dicicil 12 bulan, ringan sekali,” kata Nathalia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti coworking space
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top