Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenhub Izinkan Kargo Udara dari India, Tapi Terbatas

Kemenhub memberikan izin untuk penerbangan kargo dari India dengan selektif, tetapi melarang penerbangan penumpang.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 23 April 2021  |  15:51 WIB
Pesawat Air India lepas landas dari Sardar Vallabhbhai Patel International Airport di Ahmedabad pada 7 bJuli 2017./Reuters - Amit Dave
Pesawat Air India lepas landas dari Sardar Vallabhbhai Patel International Airport di Ahmedabad pada 7 bJuli 2017./Reuters - Amit Dave

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tidak ada penerbangan reguler yang melayani rute dari dan ke India seiring dengan 'badai' Covid-19 di negara tersebut dan bakal selektif terhadap aktivitas kargo udara.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan perkembangan terkini kecenderungan penyebaran kasus Covid-19 di India yang naik signifikan. Dampaknya, juga ada kecenderungan tingkat pergerakan atau eksodus Warga Negara Asing (WNA) asal India ke Indonesia.

Terkait dengan hal tersebut, Menhub menegaskan selektif terhadap penerbangan dari India.

"Diantaranya adalah membatasi penerbangan. Kalaupun ada kita lakukan secara selektif. Kedua kami nyatakan tidak ada penerbangan reguler. Kargo dimungkinkan tapi kita lakukan selektif. Kita tahu kita membutuhkan pergerakan kargo dari India diantaranya vaksin ini jadi suatu prioritas," ujarnya, Jumat (23/4/2021).

Kemenhub juga akan mengacu kepada Surat Edaran (SE) dari Dirjen Imigrasi Kementerian Luar Negeri.

"Kami akan mengatur searah dengan SE itu. Saya pikir antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan akan berkoordinasi dengan intensif agar semuanya berjalan dengan baik," imbuhnya.

Guna mengantisipasi pergerakan yang terjadi baik dari aktivitas luar negeri ke dalam negeri dan sebaliknya, dia menetapkan dan memusatkan di empat bandara yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Sam Ratulangi di Manado, Bandara Juanda di Surabaya dan Bandara Kualanamu di Medan. Sementara pergerakan di laut akan difokuskan kepada pelabuhan di Dumai, Batam dan Tanjung Pinang.

Sementara untuk transportasi darat akan disiagakan di perbatasan Entikong dan Malinau.

"Kami menyiapkan pelayanan dan oleh karenanya kami menyiapkan SOP berkaitan dengan untuk menjalankan prokes yang ditetapkan oleh Kemenkes. Dan kami menempatkan petugas dari pusat," imbuhnya.

Sebelumnya, masuknya WNA India beramai-ramai ke Indonesia disampaikan Kasubdit Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Benget. Dalam catatannya, WNA asal India datang ke Indonesia melalui jalur udara. Mereka mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dan dilakukan karantina oleh Kemenkes.

Diakui Bengat, eksodus terjadi setelah negaranya dihantam pandemi Covid-19 Mereka kemudian ramai-ramai masuk ke Jakarta dan beberapa daerah lain.

Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo meminta Ditjen Imigrasi dan Kementerian Luar Negeri bertindak cepat.

"Saya baru tahu nih ada WNA bisa masuk ke Indonesia. Ini informasi penting, tolong didalami, karena kita ini masih melakukan pelarangan WNA masuk, kecuali kalau dia punya Kitas, di luar itu tidak boleh," tegas Doni.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Covid-19
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top