Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penerimaan Pajak, PNBM, dan Hibah Masih Kontraksi hingga Maret 2021

Untuk penerimaan pajak, dari target pagu sepanjang tahun 2021 sebesar Rp1.229,6 triliun, pada kuartal I realisasinya Rp228,1 triliun atau 18,6 persen.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 22 April 2021  |  17:52 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada media tentang Stimulus Kedua Penanganan Dampak Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020). Dalam keterangannya untuk penanganan COVID-19, Pemerintah akan memberikan fasilitas pembebasan biaya impor untuk penelitian dan pengembangan pembuatan obat anti virus COVID-19 baik untuk Perguruan Tinggi maupun lembaga pemerintah dan lainnya. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada media tentang Stimulus Kedua Penanganan Dampak Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020). Dalam keterangannya untuk penanganan COVID-19, Pemerintah akan memberikan fasilitas pembebasan biaya impor untuk penelitian dan pengembangan pembuatan obat anti virus COVID-19 baik untuk Perguruan Tinggi maupun lembaga pemerintah dan lainnya. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa seluruh kebutuhan negara untuk membantu rakyat dan memulihkan ekonomi dibiayai oleh pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan hibah, bea cukai, dan pembiayaan utang.

Pada kuartal I/2021, realisasi penerimaan dari beberapa pos tersebut ada yang mengalami kenaikan dan penurunan. Untuk penerimaan pajak, dari target pagu sepanjang tahun 2021 sebesar Rp1.229,6 triliun, pada kuartal I realisasinya Rp228,1 triliun atau 18,6 persen.

“Pajak ini turun 5,6 persen dibandingkan tahun lalu. Ini karena tahun lalu sampai dengan Maret Covid-19 belum seperti sekarang,” katanya pada konferensi pers APBN Kita Edisi April 2021 secara virtual, Kamis (22/4/2021).

Sri menjelaskan bahwa penerimaan pajak yang turun juga karena beberapa faktor seperti adanya transaksi yang tidak berulang dibandingkan dengan tahun lalu. Selain itu juga pemanfaatan insentif fiskal antara lain penggunaan restitusi dipercepat.

Kemudian, PNBP dan hibah juga tercatat turun 8,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dari target Rp229,1 triliun, realisasinya Rp88,4 triliun atau 29,6 persen.

“Ini karena harga sumber daya alam yang bulan Januari, Februari, dan Maret tahun lalu dibandingkan sekarang, saat ini masih rendah. Meski kondisi harga komotitas mulai pulih. Namun dibandingkan kondisi tahun lalu masih rendah,” jelasya.

Walaupun dua sumber penerimaan negara turun, bea dan cukai mengalami kenaikan. Sri menuturkan bahwa realisasinya 62,3 triliun atau 29 persen dari pagu Rp215 triliun.

“Ini sesuatu yang bagus. Kita harapkan terus terjaga sampai akhir tahun dan bisa tercapai targetnya,” ucapnya.

Sedangkan pembiayaan utang hingga kuartal I/2021 mencapai Rp323 triliun. Angka ini 32,1 persen dari pagu Rp1.006,4 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak sri mulyani penerimaan pajak
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top