Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Deputi Gubernur Senior BI: Kesetaraan Gender Perlu Didukung Kebijakan Pemerintah

Dukungan terhadap pelaku UMKM salah satunya, di mana 64,5 persen pelaku UMKM merupakan perempuan. Selain itu, dukungan untuk mendorong partisipasi angkatan kerja juga penting.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 21 April 2021  |  16:08 WIB
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. Bisnis - Dedi Gunawan
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan bahwa gambaran peran perempuan di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang positif.

Menurutnya, hal ini dapat dilihat dari banyaknya tokoh perempuan yang telah menduduki posisi pimpinan, baik di lembaga publik maupun swasta dan dengan prestasi yang diakui pihak eksternal.

“Sebagai contoh Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri, Ibu Retno Marsudi, dan Ibu Mari Pangestu, Mantan Menteri Perdagangan yang sekarang menjadi salah satu Managing Director World Bank. Bahkan di aspek politik, anggota legislatif di DPR terus meningkat dari 97 orang di 2014 menjadi 117 orang di 2019,” katanya kepada Bisnis, Selasa (20/4/2021).

Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Destry menyampaikan upaya untuk meningkatkan peran perempuan di level pembuat kebijakan pun harus terus didukung dengan dua arah.

Pertama, perempuan harus memiliki kompetensi dan siap berkompetisi dengan siapa saja. Kedua, dari sisi lembaga juga harus objektif dan memiliki mekanisme yang adil, serta harus bisa menghilangkan nilai-nilai patriarki.

Dia bercerita, di Bank Indonesia sendiri, saat ini keterwakilan perempuan pada level anggota dewan gubernur cukup tinggi. Saat ini, terdapat dua Anggota Dewan Gubernur perempuan dari total enam Anggota Dewan Gubernur BI.

Dia pun mengapresiasi langkah pemerintah dalam mendorong pemberdayaan perempuan, salah satunya melalui komitmen Menteri BUMN Erick Thohir yang menyatakan akan meningkatkan representasi perempuan dalam direksi BUMN dari saat ini yang sebesar 11 persen menjadi 15 persen di akhir 2021, dan naik ke 20 persen di tahun 2023.

Destry menambahkan, ada dua hal yang dapat menjadi modal perempuan untuk turut berkontribusi dalam perekonomian Indonesia jika melihat perjuangan seorang Kartini, yaitu dalam menempuh pendidikan dan mencapai kesetaraan.

Namun, untuk mencapai kesetaraan pun perlu mendapat dukungan dari kebijakan pemerintah. Dukungan terhadap pelaku UMKM salah satunya, di mana 64,5 persen pelaku UMKM merupakan perempuan.

Selain itu, dukungan untuk mendorong partisipasi angkatan kerja juga penting. Mengacu pada studi World Bank pada Maret 2021, peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan diperkirakan sebesar 25 persen pada 2025 dapat meningkatkan output ekonomi senilai US$62 miliar atau setara 2,9 persen PDB.

“Dengan populasi perempuan sebesar 49,2 persen, maka kebijakan pemberdayaan perempuan artinya memberdayakan separuh dari seluruh penduduk Indonesia,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Kesetaraan gender
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top