Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Infrastruktur di Penyangga Ibu Kota Baru Rusak, Bupati Paser Minta Sokongan Dana Dari Pemerintah Pusat

Kondisi infrastruktur seperti jalan di lokasi transmigrasi yang masuk dalam Kabupaten Paser rusak parah hingga membutuhkan perhatian dari Kemendes PDTT.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 14 April 2021  |  17:53 WIB
Konsep Ibu Kota Negara. - Antara
Konsep Ibu Kota Negara. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Untuk mendukung pembangunan daerah penunjang ibu kota baru, Bupati Paser Fahmi Fadli meminta bantuan dana untuk perbaikan sejumlah infrastruktur yang rusak parah kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Adapun, sokongan dana diharapkan datang dari Dana Alokasi Khusus (DAK), yang dapat diartikan sebagai dana yang bersumber dari pendapatan APBN untuk dialokasikan kepada daerah tertentu. Tujuannya adalah untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

Menurut Fahmi, kondisi infrastruktur seperti jalan di lokasi transmigrasi yang masuk dalam Kabupaten Paser rusak parah hingga membutuhkan perhatian dari Kemendes PDTT. “Kabupaten Paser ini penyangga Ibukota jadi butuh perhatian,” katanya saat kunjungan ke Kemendes PDTT, Rabu (14/4/2021).

Jalan yang rusak di wilayah transmigrasi tersebut, kata Fahmi, termasuk produktif karena digunakan untuk sektor pertanian, perkebunan dan peternakan. Jadi, kawasan tersebut membutuhkan infrastruktur jalan untuk kemudahan jalur transportasi dan distribusi.

Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar lalu mengatakan bahwa kementeriannya memang memberikan perhatian kepada kawasan transmigrasi yang kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda), termasuk jika kondisi infrastrukturnya masih belum memadai.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Menteri PUPR dan nyatakan siap membantu. Untuk Transmigrasi ini, kami berkordinasi agar dapat diberikan sentuhan yang berbeda,” katanya.

Abdul juga berpesan kepada Fahmi dan jajarannya yang hadir untuk melaksanakan pesan Presiden Joko Widodo soal DAK, agar penggunaan anggaran itu harus fokus pada pelaksanaan program, utamanya yang berkaitan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Jangan takut jika ada dinas tidak miliki anggaran dulu tapi fokuskan pada pelaksanaan program. Langkah ini bakal dipayungi dengan regulasi yang mengatur hubungan Pemerintah Pusat dan Daerah,” jelas Abdul.

Di lain sisi, Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut juga meminta Fahmi untuk mengawal Dana Desa 2021 sebesar Rp127 miliar agar tepat sasaran sesuai dengan prioritas penggunaannya.

Contohnya, untuk mengatasi masalah kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan seperti yang tertuang dalam RPJMN.

“Desa jika fokus di kemiskinan, pendidikan dan kesehatan maka bakal percepat penurunan stunting,” pungkas Abdul..


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur dana desa ibu kota negara
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top