Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Grab Segera Merger dengan SPAC AS Altimeter Capital, Valuasi Capai Rp584 Triliun

Adapun, valuasi hampir US$40 miliar didasarkan pada nilai ekuitas proforma. Dengan operasi di delapan negara dan 398 kota, Grab sudah menjadi startup paling berharga di Asia Tenggara.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 13 April 2021  |  15:28 WIB
Ilustrasi pengemudi ojek daring Grab. - Reuters/Beawiharta
Ilustrasi pengemudi ojek daring Grab. - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA - Grab Holdings, perusahaan ojek online dan pengantaran makanan terbesar di Asia Tenggara akan mengumumkan merger dengan Altimeter Capital yang berbasis di AS dalam transaksi yang akan memberi nilai Grab hampir US$40 miliar atau Rp584 triliun (Rp14.600).

Merger ini akan memuluskan jalan Grab untuk melenggang masuk ke bursa AS. Dilansir Business Insider, Selasa (13/4/2021), menurut sumber yang dekat dengan masalah ini, penggabungan ini akan menjadi transaksi perusahaan terbesar yang pernah ada.

Perjanjian Grab dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) yang didukung oleh Altimeter Capital mencakup investasi swasta senilai US$4 miliar dalam ekuitas publik (PIPE) dari sekelompok investor Asia dan global termasuk Fidelity International dan Janus Henderson, kata sumber tersebut.

Grab menolak berkomentar. Altimeter yang berbasis di Silicon Valley juga tidak berkomentar.

Kedua fund manager juga tidak menanggapi pertanyaan yang dikirim melalui e-mail. Sumber menolak untuk diidentifikasi karena sensitivitas masalah tersebut.

Kesepakatan untuk Grab yang sebelumnya dikatakan sumber bernilai lebih dari US$16 miliar tahun lalu, adalah kemenangan besar bagi investor awalnya seperti SoftBank Group Corp dari Jepang dan Didi Chuxing dari China.

Pencatatan di AS akan memberi Grab kekuatan ekstra di pasar utamanya, Indonesia, di mana saingan lokalnya Gojek hampir menutup merger dengan Tokopedia, bisnis e-commerce terkemuka di negara itu.

Grab, yang pendapatan bersihnya melonjak 70 persen tahun lalu, belum menghasilkan keuntungan, tetapi mengharapkan segmen terbesarnya yakni bisnis pengiriman makanan, mencapai titik impas pada akhir 2021, karena lebih banyak konsumen beralih ke pengiriman makanan online setelah pandemi Covid- 19.

Adapun, valuasi hampir US$40 miliar didasarkan pada nilai ekuitas proforma. Dengan operasi di delapan negara dan 398 kota, Grab sudah menjadi startup paling berharga di Asia Tenggara.

Memanfaatkan bisnis ojek online yang dimulai pada 2012, perusahaan telah berkembang dengan menawarkan pengiriman makanan dan bahan makanan, layanan kurir, pembayaran digital, dan sekarang membuat dorongan besar ke dalam asuransi dan pinjaman di wilayah berpenduduk 650 juta orang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merger Grab
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top