Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh, Kenaikan Tarif Pengapalan Diprediksi Sampai Paruh Kedua 2021

Kenaikan tarif kargo laut dapat berlanjut hingga paruh kedua tahun ini karena terbatasnya kapasitas angkut.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 12 April 2021  |  15:37 WIB
Polisi perairan memantau kapal CMA CGM Ottelo yang sandar di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta, Minggu (23/4). - Antara/Rosa Panggabean
Polisi perairan memantau kapal CMA CGM Ottelo yang sandar di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta, Minggu (23/4). - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA - Permintaan yang kuat untuk pengiriman barang di seluruh lautan di dunia tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.

Rolf Habben Jansen, kepala eksekutif Hapag-Lloyd AG, pengangkut peti kemas terbesar di Jerman, mengatakan kenaikan tarif kargo laut dapat berlanjut hingga paruh kedua tahun ini.

"Selama kuartal kedua dan mungkin hingga kuartal ketiga, kita akan terus melihat kenaikan tarif, karena kapasitas yang tersedia lebih sedikit," katanya, dilansir Bloomberg, Senin (12/4/2021).

Hapag-Lloyd yang berbasis di Hamburg, Jerman telah mencoba menyesuaikan kapasitas untuk memenuhi perubahan besar dalam produksi pabrik dan permintaan konsumen selama penguncian dan pembukaan kembali pandemi.

Setelah beroperasi penuh, industri pengapalan mengalami guncangan lain dengan sumbatan di Terusan Suez bulan lalu. Jansen mengatakan insiden itu semakin memperlambat arus perdagangan dan ketersediaan kontainer untuk enam hingga delapan minggu ke depan.

Di AS, di mana perusahaan berjuang untuk mengimpor barang karena kemacetan di pelabuhan utama, pihaknya melihat situasi membaik, tetapi sangat lambat.

"Kami berharap untuk kembali ke keadaan normal menjelang akhir kuartal kedua atau awal kuartal ketiga, tetapi itu tentu saja mungkin merupakan skenario kasus terbaik tetapi bukan tidak mungkin," ujarnya.

Sementara itu di Eropa, dia memperkirakan masalah kemacetan akan signifikan dalam empat minggu ke depan, tetapi diharapkan kembali normal pada kuartal ketiga. Dia menambahkan Aada beberapa kemacetan pengiriman di Asia, tetapi semuanya dapat dikelola.

Untuk membantu mengurangi kapasitas yang ketat, Jansen mengatakan Hapag-Lloyd memesan lebih banyak kontainer baru dan mendesak pelanggan untuk mengembalikan kotak yang ada di armadanya secepat mungkin.

Sementara itu di tengah sibuknya pengiriman peti kemas dalam beberapa bulan terakhir, Pelabuhan Long Beach di California mengatakan pihaknya menangani setara dengan 840.387 peti kemas berukuran 20 kaki pada Maret, bulan tersibuk dalam catatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peti kemas kargo tarif pengiriman angkutan laut

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top