Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia, Sri Mulyani: Kita Lakukan Penyesuaian

IMF memangkas proyeksi menggunakan asumsi kebijakan perpajakan Indonesia yang sejauh ini cukup moderat.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 09 April 2021  |  15:37 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020)  -  Foto: Kemenkeu RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020) - Foto: Kemenkeu RI

Bisnis.com, JAKARTA -- International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dari 4,8 persen menjadi 4,3 persen. Pemerintah tetap berusaha agar tetap berada di angka asumsi sendiri, yaitu 4,5 persen sampai 5,3 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa tahun ini akselerasi diharapkan terjadi dan lebih baik dari tahun lalu. Revisi lembaga ekonomi internasional salah satunya IMF baginya selalu mengacu pada subjek yang tidak pasti (subject to uncertainty).

“Pasti asumsinya macam-macam. Vaksinasi, gelombang ketiga, dan lain-lain. Namun dari sisi kebijakan yang dikontrol, kita lakukan adjustment [penyesuaian],” katanya pada diskusi yang disiarkan virtual, Jumat (9/4/2021).

IMF memangkas proyeksi menggunakan asumsi kebijakan perpajakan Indonesia yang sejauh ini cukup moderat. Ini membuat belum mampunya mengimbangi tinginya peningkatan belanja.

Sementara itu, Indonesia masih menghadapi krisis kesehatan menyusul belum maksimalnya tahapan vaksinasi. Kondisi ini berdampak pada berlanjutnya pembatasan sosial dan tersendatnya aktivitas bisnis.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa tahun ini pemerintah terus melakukan penyesuaian setelah tahun lalu berhasil menahan kontraksi ekonomi tidak terlalu dalam. Di sisi lain defisit fiskal atas APBN relatif kecil.

Realisasi tersebut masih lebih baik dari negara lain yang ekonominya minus dan defisit APBN cukup lebar. Kondisi ini akan dipertahankan dan diperbaiki.

Tahun ini, terang Sri, yang menjadi pengubah permainan (game changer) Covid-19 adalah vaksinasi. Indonesia kini sudah memiliki 13 juta dosis dan termasuk 10 besar terbanyak di dunia.

“Kita harus menjaga agar bisnis tetap bertahan atau mulai pulih dan kita terus lakukan reformasi di bidang struktural. Inilah yang akan terus difokuskan pemerintah,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi sri mulyani imf
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top