Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mudik Dilarang, Perputaran Cuan Melimpah ke Destinasi Pariwisata

Kunjungan-kunjungan ke destinasi wisata dalam kota diprediksi meningkat sejalan dengan larangan mudik pada tahun ini.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 09 April 2021  |  16:44 WIB
Warga melakukan silaturahmi Idul Fitri 1441 H secara virtual di kawasan Jimbaran, Badung, Bali, Minggu (24/5/2020). Silaturahmi lebaran secara virtual melalui sambungan 'video call' tersebut dilakukan warga sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. - ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Warga melakukan silaturahmi Idul Fitri 1441 H secara virtual di kawasan Jimbaran, Badung, Bali, Minggu (24/5/2020). Silaturahmi lebaran secara virtual melalui sambungan 'video call' tersebut dilakukan warga sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. - ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA – Belanja masyarakat yang diprediksi meningkat pada periode libur Idulfitri sebagian besar akan berasal dari kantong-kantong kelas menengah.

Roda perekonomian di kota-kota besar pun diperkirakan mampu berputar lebih cepat.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menilai masyarakat kelas menengah di kota-kota besar yang terhambat mobilitasnya akibat pelarangan mudik sudah memiliki daya beli yang tinggi untuk dibelanjakan pada momentum Idulfitri nanti.

"Selama ini mereka sudah punya purchasing power. Hanya, tidak bisa dibelanjakan. Masyarakat menengah atas akan menjadi segmen paling kuat daya belinya untuk spending wisata selama lebaran," ujar Faisal ketika dihubungi, Jumat (9/4/2021).

Dengan demikian, sambungnya, akan ada peningkatan pergerakan wisatawan domestik di kota-kota besar Tanah Air. Pelarangan mudik dinilai justri menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha pariwisata di kota-kota besar yang mendapatkan limpahan cuan dari perputaran uang yang meningkat selama Idulfitri 2021.

Faisal memperkirakan roda perekonomian di kota-kota besar akan berputar cukup baik ketika masyarakat tahun ini cenderung lebih banyak menghabiskan waktu bukan di kampung halaman.

Kunjungan-kunjungan ke destinasi wisata dalam kota, lanjutnya, akan terkena efek positif ketika masyarakat, terutama kelas menengah ke atas, yang akan menghabiskan uang di tanah rantau pada saat lebaran nanti.

"Ini mungkin akan menimbulkan efek berbeda ketika mudik lebaran dilarang oleh pemerintah," jelasnya.

Pada periode 2017-2019 pergerakan wisatawan domestik paling banyak terjadi di provinsi-provinsi besar. Pada 2020, pergerakan wisatawan domestik tercatat tinggi disejumlah provinsi.

Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), provinsi-provinsi dengan pergerakan wisatawan domestik tertinggi tersebut, antara lain; Jawa Timur (52 juta), Jawa Barat (49 juta), Jawa Tengah (39 juta), DKI Jakarta (21 juta), dan Banten (11 juta).

Namun, sektor pariwisata di seluruh provinsi Tanah Air harus terpukul akibat pandemi Covid-19 tidak dapat dihindari. Baik Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, maupun Banten mendapatkan pukulan telak yang ditandai dengan penurunan drastis okupansi hotel.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata Mudik Lebaran
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top