Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rakornis Ditjen Hubdat, Menhub Sebut 5 Isu Strategis

Menhub Budi Karya menyebut 5 isu strategis sektor transportasi darat dalam Rakornis Ditjen Hubdat.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 08 April 2021  |  16:53 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi V DPR,  di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi V DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan lima isu strategis di sektor perhubungan darat yang perlu penanganan cepat.

Menurut Menhub, sejumlah isu strategis yang ada di sektor transportasi darat yang dibutuhkan penanganan yang cepat, tepat dan berkelanjutan diantaranya adalah pertama, persiapan pengendalian transportasi di masa Angkutan Lebaran 2021.

Kedua, penanganan angkutan barang Over Dimensi and Over Load (ODOL). Ketiga, kelanjutan pembangunan infrastruktur transportasi darat. Keempat, peningkatan keamanan dan keselamatan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP). Kelima, dukungan Long Distance Ferry (LDF) pada Logistik Nasional.

“Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, berdampak pada sektor transportasi termasuk sektor perhubungan darat. Melalui wadah Rakornis ini semoga bisa dihasilkan opsi dan solusi permasalahan isu strategis yang ada di sektor perhubungan darat di tengah masa pandemi ini,” katanya, Kamis (8/4/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Budi menyampaikan sejumlah pesan kepada seluruh jajaran di Ditjen Perhubungan Darat, di antaranya terus mendukung pelaksanaan protokol kesehatan di sektor transportasi darat sebagai upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19.

Kemudian, lanjutnya, meningkatkan penerapan dan optimalisasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam meningkatkan layanan di sektor transportasi darat.

"Ketiga, mendukung penindakan terhadap pelanggaran overloading dengan penurunan sebagian muatan dan untuk pelanggaran overdimensi agar koordinasi dengan kepolisian untuk penindakan tegasnya sebagaimana tertuang dalam Pasal 277 Undang-Undang No. 22/2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," jelasnya.

Dia juga berpesan agar insan Perhubungan Darat terus mendorong tumbuhnya angkutan perkotaan dengan mekanisme/strategi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah sehingga dapat mengurangi tingkat kemacetan.

Kemudian yang kelima tambah Budi, mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Keenam, melakukan evaluasi terus menerus baik masyarakat dan para petugas sehingga mempunyai etos kerja dan budaya yang kondusif demi terselenggaranya transportasi yang berkeselamatan.

Selanjutnya dia menuturkan, terus melakukan inovasi pola metode dan pendekatan untuk mewujudkan visi transportasi darat yang diharapkan oleh pemerintah.

"Untuk melakukan itu, Kemenhub tidak bisa sendiri. Antara pusat dan daerah dan antara pemerintah dan swasta harus bahu membahu untuk meningkatkan kinerja, khususnya di sektor perhubungan darat. Dengan penanganan yang semakin baik dan pemberian vaksin yang semakin meluas, semoga pandemi Covid-19 ini dapat kita lalui dan pertumbuhan ekonomi dapat membaik kembali,” tutur Menhub.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top