Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenhub: Refocusing Bidang Kepelabuhanan Paling Besar

Kemenhub memastikan kegiatan transportasi laut bidang kepelabuhanan terdampak refocusing anggaran paling besar.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 06 April 2021  |  13:32 WIB
Kapal Roro KMP Ferrindo 5 sandar di Terminal Kendaraan Pelabuhan Patimban, Subang, Minggu (10/1/2021). Kapal ini jadi jenis Roro pertama yang bersandar dan melayani lintasan Patimban, Subang-Panjang, Lampung. - Bisnis/Rinaldi M Azka
Kapal Roro KMP Ferrindo 5 sandar di Terminal Kendaraan Pelabuhan Patimban, Subang, Minggu (10/1/2021). Kapal ini jadi jenis Roro pertama yang bersandar dan melayani lintasan Patimban, Subang-Panjang, Lampung. - Bisnis/Rinaldi M Azka

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub turut memangkas anggaran sejumlah program kerja di Tahun Anggaran (TA) 2021 lantaran adanya pandemi Covid-19.

Salah satu yang terdampak refocusing paling besar adalah kegiatan transportasi laut bidang kepelabuhanan dan penunjang teknis. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (6/4/2021).

"Di bidang kepelabuhanan itu ada [anggaran awal] Rp3,388 miliar. Ini yang paling banyak [di-refocusing] karena mencakup kegiatan-kegiatan fisik di kepelabuhanan seperti pembangunan baru, rehabilitas, dan sebagainya," kata Agus.

Dia memerinci, pagu awal sebesar Rp3,388 miliar untuk kegiatan kepelabuhanan di-refocusing sebesar Rp1,254 miliar sehingga sisa anggaran yang masih bisa dimanfaatkan adalah sebesar Rp2,133 miliar.

"Sumber dana yang bisa di-refocusing hanyalah rupiah murni yang semula Rp1,951 miliar menjadi Rp696 miliar," sebutnya.

Adapun dia menjelaskan, sejumlah program atau kegiatan yang dilakukan di bidang kepelabuhanan adalah berupa pembangunan pelabuhan baru, melanjutkan pembangunan atau menyelesaikan fasilitas pelayanan, rehabilitasi dan pengembangan fasilitas pelayanan, pembangunan/rehabilitasi gedung, pengadaan lahan, pengadaan alat bongkar muat, pemeliharaan aset, pembangunan pelabuhan patimban, dan pembangunan/rehabilitasi fasilitas pendukung pelabuhan.

"Dari kegiatan ini yang paling banyak dikurangi adalah pembangunan/rehab/replacement fasilitas pendukung pelabuhan dari semula direncanakan sebanyak 137 lokasi [pagu awal Rp317 miliar] menjadi 102 lokasi [pagu setelah refocusing Rp240 miliar]," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top