Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perbankan China Diminta Tak Jor-Joran Salurkan Kredit sampai Akhir Tahun

Industri perbankan China mencatatkan rekor penyaluran kredit sebesar 19,6 triliun yuan atau US$3 triliun pada tahun 2020.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 06 April 2021  |  16:13 WIB
Kantor pusat People's Bank of China di Beijing -  Bloomber / Qilai Shen
Kantor pusat People's Bank of China di Beijing - Bloomber / Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Sentral China meminta kepada perbankan di negara tersebut untuk mengurangi penyaluran kredit pada sisa tahun ini. Hal ini dilakukan setelah adanya lonjakan dalam dua bulan pertama 2021 yang memicu risiko.

Dilansir Bloomberg, Selasa (6/4/2021), hal ini disampaikan oleh sumber yang mengetahui masalah tersebut. Pada pertemuan dengan Bank Sentral China atau People’s Bank of China pada 22 Maret 2021, perbankan diminta untuk menjaga penyaluran kredit pada 2021, setidaknya pada tingkat yang kira-kira sama seperti tahun lalu.

Beberapa bank asing juga didesak untuk mengendalikan pinjaman tambahan setelah memperbaiki neraca mereka pada tahun lalu, kata salah satu sumber lainnya.

Adapun, tanggapan ini memberikan rincian lebih lanjut tentang apa yang bank sentral nyatakan secara terbuka setelah pertemuan. Bank sentral China meminta perwakilan dari 24 bank besar untuk menjaga pertumbuhan pinjaman tetap stabil dan wajar.

Sebagai informasi, industri perbankan China mencatatkan rekor penyaluran kredit sebesar 19,6 triliun yuan atau US$3 triliun pada tahun 2020. Sekitar seperlimanya ditujukan untuk pembiayaan inklusif, seperti pinjaman usaha kecil.

Jika bank menyalurkan kredit dengan jumlah yang sama tahun ini akan membuat saldo terutang menjadi sekitar 192 triliun yuan, peningkatan tahunan sekitar 11 persen, yakni laju paling lambat dalam lebih dari 15 tahun.

“Di satu sisi, akan ada perlambatan pertumbuhan pinjaman dan di sisi lain, perlambatan cukup moderat,” kata Lu Ting, kepala ekonom China di Nomura Holdings Inc.

Dengan penyebaran virus corona yang mulai ditekan dan ekonomi pulih, pembuat kebijakan China telah memperbarui arahan untuk menekan risiko, terutama di sektor keuangan dan real estat.

Bahkan jika pertumbuhan kredit mereda, prospek suku bunga yang lebih tinggi dan aset yang lebih sedikit dapat meningkatkan profitabilitas bank, setelah pendapatan merosot karena diminta untuk membantu peminjam mendapatkan pembiayaan murah selama pandemi.

Terkait informasi tersebut, Bank Sentral China tidak segera memberikan komentar. Adapun, data resmi menunjukkan, bank-bank umum China meningkatkan 4,9 triliun yuan pinjaman baru dalam dua bulan pertama, 16 persen lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu.

Bank sentral mengatakan kepada bank-bank pada bulan Februari untuk mempertahankan pinjaman baru pada kuartal pertama kira-kira pada tingkat yang sama seperti tahun lalu, jika tidak lebih rendah.

Ken Chen, analis KGI Securities yang berbasis di Shanghai menyampaikan pengendalian penyaluran kredit akan menguras likuiditas dari pasar saham dan menekan sektor-sektor dengan valuasi tinggi.

Kweichow Moutai Co, raksasa minuman keras China, memimpin aksi jual saham blue-chip pada hari Selasa, turun sebanyak 2,8 persen, sedangkan WuXi AppTec Co. turun sebanyak 5,4 persen.

Bank Sentral China diketahui ingin bank fokus pada pinjaman ke bidang-bidang seperti teknologi inovatif dan sektor manufaktur.

Awal bulan ini, Guo Shuqing, Ketua Komisi Pengaturan Perbankan dan Asuransi China, memperingatkan tentang bubble di pasar properti dan keuangan, memicu kekhawatiran para pembuat kebijakan akan mulai mengetatkan kebijakan moneter.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit china bank sentral china

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top