Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penelitian Kementerian ESDM: FABA Efektif Sebagai Bahan Pupuk

Karateristik FABA yang cocok untuk tanah dan tanaman secara umum harus memiliki partikel halus, power of hydrogen (pH) berkisar 4,5 - 12, kandungan SiO2, Al2O3, Fe2O3, K2O, Na2O, CaO,MgO, MnO dan unsur lain seperti Fe, Mn, B, Mo, Cu, Zn, Cl, Co.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 06 April 2021  |  16:02 WIB
Ilustrasi.  - limbahb3.blogspot.com
Ilustrasi. - limbahb3.blogspot.com

Bisnis.com, JAKARTA — Hasil penelitian dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (tekMIRA) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa fly ash dan bottom ash (FABA) dari hasil kegiatan PLTU efektif dimanfaatkan sebagai pembenah tanah atau pupuk.

Peneliti Puslitbang tekMIRA Wulandari Surono mengatakan, keputusan pemanfaatan FABA sebagai pembenah tanah sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 Pasal 463 (1f) di mana produk hasil pemanfaatannya wajib memenuhi persyaratan standar produk yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian.

"Bukan berarti kalau dikeluarkan dari limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) terus tidak diolah atau dibiarkan begitu saja, harus dikelola untuk dimanfaatkan," jelas Wulandari, dikutip dari siaran pers, Selasa (6/4/2021).

Karateristik FABA yang cocok untuk tanah dan tanaman secara umum harus memiliki partikel halus, power of hydrogen (pH) berkisar 4,5 - 12, kandungan SiO2, Al2O3, Fe2O3, K2O, Na2O, CaO,MgO, MnO dan unsur lain seperti Fe, Mn, B, Mo, Cu, Zn, Cl, Co.

"Dari beberapa literatur abu batu bara itu tidak semua alkali, tapi ada juga yang asam tergantung dari kandungan sulfur di batu bara, pembakaran dan teknologi penghilangan. Intinya kandungan sulfur berbanding dengan kandungan kalsium," ungkap Wulandari.

Penerapan FABA lebih tepat dimanfaatkaan untuk lahan kering masam dan lahan gambut lantaran lahan tersebut memiliki komposisi yang buruk. "Tanah yang baik memiliki porsi fraksi yang berimbang sehingga tata udara, tata air dan porositasnya baik," jelasnya.

Lebih rinci, di samping mampu memperbaiki pH (tingkat keasaman) tanah dan insektisida, FABA mampu memperbaiki tekstur tanah, aerasi, perkolasi dan kemampuan menahan air (WHC) di area kelola, menurunkan bulk density (kapadatan) tanah, dan konsumsi material amelioran tanah lainnya. Kelebihan lainnya, FABA mengandung hampur semua unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman kecuali unsur C (karbon) dan N (nitrogen), menurunkan mobilitas dan ketersediaan logam dalam tanah karena fly ash yang basa dan mengandung AI dan Fe sebagai sumber kation polivalen.

Simpulan di atas didapat setelah Pulitbang tekMIRA dan institusi lainnya melakukan beberapa uji coba dengan menggunakan fly ash PLTU Kalimantan sejak t2006 dan 2018 yang diaplikasikan pada tanah tailing sisa pengelolaan tembaga dan tanah tambang di Sumatra (2010).

Sementara itu untuk memanfaatkan hasil bottom ash PLTU Jawa diterapkan pada tanah perkebunan (2009 dan 2014), tanah terdegradasi (2017), dan tanah masam (2016).

"Metode fly ash batu bara, fly ash biomass, dan campuran keduanya dilakukan oleh Subiksa pada tahun 2020 yang berhasil meningkatkan pH di tanah gambut," tutur Wulandari.

Dia menegaskan, hasil penelitian menunjukkan potensi FABA sebagai pembenah tanah merupakan salah satu bukti FABA layak dipandang sebagai sumber daya yang menyimpan potensi dalam memperbaiki lahan nonproduktif.

"Meski begitu harus ada penelitian yang lebih spesifik mengingat kualitasnya tidak sama sehingga butuh karakterisasi sendiri disesuaikan dengan kebutuhan lahan yang dikelola," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk kementerian esdm limbah
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top