Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dana Konstruksi Bendungan Berkurang karena Adanya Refocusing

Refocusing membuat Ditjen SDA harus melakukan rekomposisi anggaran terhadap pembangunan 22 bendungan.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 01 April 2021  |  19:08 WIB
Bendungan Napungete di NTT.  - Kementerian PUPR
Bendungan Napungete di NTT. - Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA — Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendapat relokasi anggaran senilai Rp6,85 triliun untuk tahun anggaran (TA) 2021. Pengurangan anggaran tersebut membuat Ditjen SDA harus mengurangi target-target pembangunan pada tahun ini.

Direktur Jenderal SDA Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan bahwa pagu indikatif pihaknya pada awal 2021 adalah Rp58,54 triliun, sedangkan anggaran setelah proses refocusing menjadi Rp51,69 triliun. Jarot berujar refocusing yang dilakukan adalah penghematan pada seluruh sumber pendanaan rupiah murni.

"Status per 17 Maret 2021, pagu DIPA Direktorat Jenderal Sumer Daya Air 2021 menjadi Rp51,78 triliun karena tahun ini kami tarik [pinjaman dan/atau hibah luar negeri] sebesar Rp86,95 miliar," katanya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR, Kamis (1/4/2021).

Jarot menjelaskan bahwa proses refocusing tersebut mengurangi target kinerja Ditjen SDA sepanjang 2021. Selain itu, akan ada penundaan dan rekomposisi beberapa paket konstruksi bidang SDA.

Seperti diketahui, Ditjen SDA akan melanjutkan pembangunan 43 bendungan dengan kontrak tahun jamak. Adapun, refocusing membuat Ditjen SDA harus melakukan rekomposisi anggaran terhadap pembangunan 22 bendungan.

Ke-22 bendungan tersebut adalah bendungan Kedunglanggar, Sepaku Semoi, Ameroro, Bagong, Bener, Bulango Ulu, Radunguntin, Hragung, Jlantah, Kuwi Kawangkoan, Lau Simeme, Manikin, Meninting, Pamukkulu, Randugunting, Rukoh, adawarna, Sidan, Tigadihaji, Gondang, dan Keureuto.

Jarot berujar pihaknya juga harus mengurangi pagu pada konstruksi Bendungan Cipanas lanjutan. Selain itu. Selain itu, akan membatalkan program kajian seperti desain, amdal, larap, dan studi kelayakan terhadap 14 bendungan dan penundaan pembangunan 3 bendungan baru pada tahun ini.

Dengan demikian, total bendungan yang akan dikerjakan Ditjen SDA pada tahun ini hanya sekitar 45 unit bendungan. Sementara itu, target bendungan yang akan rampung idak berubah, yakni sebanyak 13 unit bendungan.

Di samping itu, Jarot mengatakan pihaknya juga akan menunda dukungan pembangunan Kawasan Industri Subang pada tahun ini. Jarot juga mengatakan akan menunda kegiatan Ditjen SDA lainnya yang belum maupun sedang melalui proses lelang.

Jarot melaporkan perkembangan penyerapan anggaran Ditjen SDA telah mencapai 21,82 persen, sedangkan perkembangan pekerjaan fisik telah menyentuh level 22,13 persen. Angka tersebut jauh di atas capaian Kementerian PUPR dalam penyerapan anggaran (18,56 persen) maupun konstruksi fisik (19,71 persen).

Menurutnya, masih ada sekitar 790 paket kegiatan SDA yang belum terkontrak. Adapun, seluruh paket kegiatan tersebut terdiri dari 565 paket yang masih dalam proses lelang dan 225 paket yang belum dilelang.

"Paket-paket belum lelang terdiri dari 111 paket yang berasal dari rupiah murni dengan nilai Rp846 miliar dan 114 paket dengan pendanaan loan kurang lebih Rp287 miliar," ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bendungan
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top