Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Segera Rilis Diskon PPnBM Mobil 1.500 - 2.500 cc Bulan Depan

Menteri Sri Mulyani menjelaskan bahwa wacana ini muncul setelah pembicaraan dengan beberapa menteri. Tujuannya menarik investor menanamkan modalnya di bidang kendaraan listrik.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 23 Maret 2021  |  14:05 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020)  -  Foto: Kemenkeu RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020) - Foto: Kemenkeu RI

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pihaknya tengah menggodok aturan untuk stimulasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kendaraan untuk mobil baru di atas 1500 cc hingga 2500 cc.

“Kita sedang di dalam proses untuk finalisasi PMK [peraturan menteri keuangan] yang nanti berlaku bulan April, terutama untuk yang di atas 1500 cc hingga 2500 cc,” katanya melalui konferensi pers virtual, Selasa (23/3/2021).

Sebelumnya, pemerintah telah memberikan stimulus PPnBM melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 20/PMK.010/2021 tentang PPnBM Atas Penyerahan Barang Kena Pajak Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah.

Insentif diberikan untuk kategori kendaraan sedan tipe kapasitas silinder maksimal 1.500 cc. Kemudian, 4x2 tipe dengan kapasitas silinder maksimal 1.500 cc.

Pertimbangannya adalah untuk bagian tersebut karena mengandung tingkat komponen dalam negeri (TKDN) lebih dari 70 persen.

Selain itu, pembelinya adalah masyarakat kelas menengah ke bawah dan tingkat pasarnya tinggi.

Besaran PPnBM adalah penurunan 100 persen dari tarif untuk tiga bulan pertama yang terhitung dari Maret. Tiga bulan kedua turun jadi 50 persen dan selanjutnya hingga akhir tahun 25 persen.

Di saat yang sama, pemerintah juga akan memberikan stimulus untuk kendaraan listrik. Ini akan mengubah Peraturan Pemerintah No.73/2019 tentang Barang Kena Pajak yang tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang dikenai PPnBM.

Menteri Sri Mulyani menjelaskan bahwa wacana ini muncul setelah pembicaraan dengan beberapa menteri. Tujuannya menarik investor menanamkan modalnya di bidang kendaraan listrik.

“Itu memberi sinyal bahwa kita perlu melakukan perubahan skema tarif PPnBM pada PP No. 73/2019,” katanya saat rapat kerja dengan DPR, Senin (15/3/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani PPnBM
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top