Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bea Cukai Siapkan Strategi Kerek Ekspor E-Commerce

Potensi ekonomi digital Indonesia sekitar US$40 miliar dan menjadi US$133 miliar pada 2025.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 17 Maret 2021  |  18:33 WIB
Bea Cukai Siapkan Strategi Kerek Ekspor E-Commerce
Pandemi Covid/19 berhasil mempercepat transformasi bisnis serta aktivitas jual beli dari tradisional menjadi daring atau online lewat prinsip digitalisasi. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah menilai cukai menjadi kendala utama dagang-el atau e-commerce bersaing secara internasional. Penghalang perdagangan (trade barrier) ini akan diatasi dan peta jalannya sedang disusun.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antarlembaga Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Syarif Hidayat mengatakan bahwa ada beberapa upaya dari instansinya untuk meningkatkan ekspor dagang-el.

Pertama simplifikasi prosedur ekspor yaitu kemudahan prosedur untuk UMKM. Kedua, pengembangan NLE [national logistic ecosystem],” katanya melalui pesan instan, Rabu (17/3/2021).

Syarif menjelaskan bahwa langkah yang ketiga dengan memfasilitasi kemudahan impor tujuan ekspor industri kecil menengah (KITE IKM). Selanjutnya memperbanyak pusat logistik berikan untuk IKM dan dagang-el.

Keempat, mendukung dan mendorong adanya relaksasi larangan atau pembatasan ekspor yang akan diambil kebijakannya di kementerian/lembaga terkait.

Yang terakhir adalah dengan mendorong pembicaran dengan pemerintah (government to government/G to G) terkait adanya pemenuhan-pemenuhan ketentuan di negara tujuan ekspor.

“Supaya ada relaksasi karena atas komoditi tertentu masih dipersyaratkan beberapa pemenuhan ketentuan oleh negara tujuan ekspor,” jelasnya.

Untuk mengatasi masalah cukai, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa nantinya akan ditentukan bagaimana transfer barang bisa berjalan lancar. Semua negara melihat Indonesia sebagai pasar yang besar sehingga mereka semua mau masuk mengambil peluang tersebut.

“Ini tentu menjadi tantangan. Kita harus waspada dan menjaga agar pasar kita yang besar dimanfaatkan oleh kita sendiri,” katanya pada terbitan East Ventures dengan judul Digital Competitiveness Index 2021; Momentum Akselerasi Transformasi Ekonomi Digital yang dikutip Bisnis.

Saat ini, terang Airlangga, potensi ekonomi digital Indonesia sekitar US$40 miliar dan menjadi US$133 miliar pada 2025. Ini menjadi salah satu akselerator pengungkit untuk membangkitkan ekonomi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm Bea Cukai e-commerce
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top