Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bea Cukai Siapkan Strategi Kerek Ekspor E-Commerce

Potensi ekonomi digital Indonesia sekitar US$40 miliar dan menjadi US$133 miliar pada 2025.
Pandemi Covid/19 berhasil mempercepat transformasi bisnis serta aktivitas jual beli dari tradisional menjadi daring atau online lewat prinsip digitalisasi. / Antara
Pandemi Covid/19 berhasil mempercepat transformasi bisnis serta aktivitas jual beli dari tradisional menjadi daring atau online lewat prinsip digitalisasi. / Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah menilai cukai menjadi kendala utama dagang-el atau e-commerce bersaing secara internasional. Penghalang perdagangan (trade barrier) ini akan diatasi dan peta jalannya sedang disusun.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antarlembaga Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Syarif Hidayat mengatakan bahwa ada beberapa upaya dari instansinya untuk meningkatkan ekspor dagang-el.

Pertama simplifikasi prosedur ekspor yaitu kemudahan prosedur untuk UMKM. Kedua, pengembangan NLE [national logistic ecosystem],” katanya melalui pesan instan, Rabu (17/3/2021).

Syarif menjelaskan bahwa langkah yang ketiga dengan memfasilitasi kemudahan impor tujuan ekspor industri kecil menengah (KITE IKM). Selanjutnya memperbanyak pusat logistik berikan untuk IKM dan dagang-el.

Keempat, mendukung dan mendorong adanya relaksasi larangan atau pembatasan ekspor yang akan diambil kebijakannya di kementerian/lembaga terkait.

Yang terakhir adalah dengan mendorong pembicaran dengan pemerintah (government to government/G to G) terkait adanya pemenuhan-pemenuhan ketentuan di negara tujuan ekspor.

“Supaya ada relaksasi karena atas komoditi tertentu masih dipersyaratkan beberapa pemenuhan ketentuan oleh negara tujuan ekspor,” jelasnya.

Untuk mengatasi masalah cukai, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa nantinya akan ditentukan bagaimana transfer barang bisa berjalan lancar. Semua negara melihat Indonesia sebagai pasar yang besar sehingga mereka semua mau masuk mengambil peluang tersebut.

“Ini tentu menjadi tantangan. Kita harus waspada dan menjaga agar pasar kita yang besar dimanfaatkan oleh kita sendiri,” katanya pada terbitan East Ventures dengan judul Digital Competitiveness Index 2021; Momentum Akselerasi Transformasi Ekonomi Digital yang dikutip Bisnis.

Saat ini, terang Airlangga, potensi ekonomi digital Indonesia sekitar US$40 miliar dan menjadi US$133 miliar pada 2025. Ini menjadi salah satu akselerator pengungkit untuk membangkitkan ekonomi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper