Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Sinergi Kemendag dan Pelaku UKM Perkuat Penetrasi Ekspor

UKM diharapkan dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi peningkatan neraca perdagangan Indonesia.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 06 Maret 2021  |  10:59 WIB
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan dan para pelaku usaha bersinergi untuk memperkuat pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) agar dapat menggenjot ekspor dan berjaya di pasar global.

Dengan demikian, UKM diharapkan dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi peningkatan neraca perdagangan Indonesia.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan Kemendag berkomitmen membantu para pelaku UKM untuk melakukan ekspor dan meningkatkan daya saingnya.

Kemendag juga siap mendukung pelaku UKM melalui perwakilan perdagangan di luar negeri serta dengan membuka akses pasar di negara-negara nontradisional. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Founder Javara Helianti Hilman mengatakan pelaku usaha harus selalu melakukan ekspansi ke pasar baru untuk mencari pasar ekspor yang masih jauh dari kompetisi. Apalagi, pasar-pasar konvesional seperti Amerika Serikat cenderung sudah padat.

"Pasar konvensial semakin tidak dilirik oleh kompetitor,sedangkan pasar baru akan menjadi semakin menarik karena pasarnya masih belum kompetitif," ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (6/3/2021).

Helianti juga menjelaskan Javara melakukan ekspor produk organik produk ke Afrika Selatan dan Ekuador. Javara memfokuskan penjualan produk organiknya di pasar premium.

Di samping itu, Javara juga memiliki cara untuk memangkas ongkos ekspor melalui perdagangan langsung (direct trade), sehingga harga produk organik dapat terjual dengan harga yang tidak terlalu mahal.

Menurut Helianti, beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain menyesuaikan produk dengan pasar tujuan ekspor, memiliki strategi pemasaran yang tepat, memiliki rekan kerja yang kredibeluntuk menekan risiko, serta melakukan riset pasar dan memahami rantai pasar.

"Dengan menggunakan direct trade, buyer juga dapat mendapatkan harga beli yang lebih murah sehingga menguntungkan kedua belah pihak," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top