Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina Perlu Belanja Modal Rp1.288 Triliun, Ini Perinciannya

Pertamina mendapat penugasan 14 proyek strategis nasional proyek mulai dari hulu hingga ke hilir seperti proyek kilang, gas atau energi bersih dan terbarukan yang hingga saat ini terus berjalan.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 04 Maret 2021  |  13:43 WIB
Kilang Pertamina di Tanjung Priok - Bloomberg / Dimas Ardian
Kilang Pertamina di Tanjung Priok - Bloomberg / Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) memproyeksikan kebutuhan belanja modal atau capital expenditure hingga 2024 untuk mendanai sejumlah proyek mencapai US$92,36 miliar atau setara dengan Rp1.288 triliun apabila mengacu pada kurs Rp14.000 per US$1.

Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini menjelaskan bahwa pihaknya mendapat penugasan dari proyek strategis nasional sebanyak 14 proyek mulai dari hulu hingga ke hilir seperti proyek kilang, gas atau energi bersih dan terbarukan yang hingga saat ini terus berjalan.

Menurutnya, mayoritas proyek PSN yang dikerjakan Pertamina bertujuan untuk menekan defisit neraca perdagangan yang disebabkan oleh impor komoditas energi seperti BBM, liquefied petroleum gas (LPG), dan juga petrokimia.

"Jadi, kalau dilihat 5 tahun ke depan hingga 2024 ini total capex [capital expenditure] kami kurang lebih US$90 miliar, ini tentunya kalau melakukan sendiri kami overstretch. Jadi, kami mengharapkan dari sisi capital financing apakah itu dari financial bank apakah itu dari multilateral," katanya dalam webinar Prospek BUMN 2021 sebagai Lokomotif PEN dan Sovereign Wealth Fund, Kamis (4/3/2021).

Emma memaparkan, dari total belanja modal yang disiapkan hingga 2024 itu, porsi terbesar masih akan dikucurkan untuk sektor hulu migas. Sektor itu akan menyerap anggaran capex senilai US$64 miliar dari total dana yang disiapkan.

Anggaran itu sekitar US$45 miliar akan digunakan untuk aksi korporasi merger dan akuisisi lapangan migas guna menambah cadangan yang ada, US$14 miliar akan digunakan untuk pengembangan bisnis organik seperti mempertahankan laju penurunan produksi atas aset-aset yang ada di hulu Pertamina, dan US$5 miliar untuk anggaran pemeliharaan.

Sementara itu, porsi terbesar kedua dalam struktur belanja modal Pertamina akan diserap sektor hilir yakni untuk pembangunan kilang baru dan juga peningkatan kilang yang ada. Postur itu akan menyerap anggaran senilai US$20 miliar.

Emma menyebut bahwa USS$18 miliar akan digelontorkan untuk mendanai proyek pembangunan kilang baru dan peningkatan fasilitas kilang yang ada.

Sementara itu, US$2 miliar akan digunakan untuk kegiatan distribusi dan pemasaran infrastruktur. Selebihnya atau sekitar US$8 miliar akan dialokasikan untuk mendanai sektor gas, power, energi baru dan terbarukan seperti untuk pembangunan jalur pipa, regasifikasi.

"Dari US$92 miliar hanya 38 persen yang bisa kita danai dari internal, selebihnya tentu kita sangat terbuka dengan opsi dan mekanisme eksternal funding," ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina belanja modal
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top