Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Patah Hati, Indonesia Masih Dalam Radar Investasi Tesla

Kabar Tesla yang semakin pasti membangun basis produksi di India tidak membuat Indonesia terlempar dari radar investasi Tesla. 
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  18:56 WIB
Elon Musk, pendiri SpaceX dan chief executive officer Tesla Inc., saat tiba di acara penghargaan Axel Springer di Berlin, Jerman, belum lama ini - Bloomberg
Elon Musk, pendiri SpaceX dan chief executive officer Tesla Inc., saat tiba di acara penghargaan Axel Springer di Berlin, Jerman, belum lama ini - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa sampai saat ini lobi dengan Tesla Inc. masih dalam tahap negosiasi. Oleh karena itu tidak layak disebut batal atau hengkang.

“Tidak ada yang hengkang. Kalau hengkang, itu sudah tiba lalu pergi. Ini masih berproses. Kalau dalam negosiasi bisnis, deal-deal itu biasa pasang surut,” katanya melalui konferensi virtual, Rabu (24/2/2021).

Dia melanjutkan bahwa kabar produsen mobil listrik milik Elon Musk itu semakin pasti membangun basis produksi di India tidak membuat Indonesia terlempar dari radar investasi Tesla. 

“Barang [negosiasi investasi] masih jalan terus. Sama seperti saya bagaimana negosiasi dengan LG [kesepakatan pembangunan industri sel baterai kendaraan listrik]. Itu kan pasang surutnya tinggi. Satu tahun lebih baru clear,” katanya melalui konferensi pers, Rabu (24/2/2021).

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa pemerintah terus mengejar komitmen perusahaan-perusahaan multinasional seperti Tesla dalam pengembangan baterai kendaraan listrik atau EV Battery di Indonesia. Pasalnya, Indonesia merupakan negara dengan potensi kebutuhan EV battery tinggi di masa depan sekaligus negara penghasil bahan-bahannya.

"Kami tak lupa menjaga potensi daripada pengembangan EV battery, Indonesia salah satu negara yang punya kebutuhan EV battery ini, menjadi yang sangat dibutuhkan. Indonesia juga salah satu produsen nikel terbesar, juga salah satu produsen terbesar untuk bauksit, copper juga termasuk," katanya dalam diskusi virtual, Selasa (23/2/2021).

Dengan demikian, melihat berbagai komponen dasar membuat EV battery dapat ada di Indonesia membuat pemerintah agresif mengejar pengembangan industri baterai mobil listrik dalam negeri ini.

Seperti diketahui, isu minat investasi Tesla ke Indonesia bergulir sejak akhir tahun lalu. Pada mulanya Presiden Joko Widod (Jokowi) mengundang  Elon Musk untuk berkunjung ke Indonesia dalam rangka melihat lokasi fasilitas landasan peluncuran roket SpaceX, serta membicarakan berbagai peluang investasi di Tanah Air.

Pada perbincangan tersebut, keduanya juga bertukar pandangan mengenai industri mobil listrik dan komponen utama baterai listrik.

Kemudian pemerintah mengumumkan telah menerima proposal investasi dari Tesla, Jumat, (5/2/2021). Secara umum proposal yang diajukan Tesla antara lain mengenai proyek baterai lithium serta Energy Storage System atau ESS. ESS yang dikembangkan Tesla, kata Seto, adalah semacam baterai isi ulang dengan kapasitas besar mencapai puluhan hingga seratusan megawatt.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik erick thohir Tesla Motors
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top