Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pandemi Covid-19, Begini Transformasi Area Kerja

Makin maraknya bekerja dari rumah akibat pandemi memicu transformasi area kerja yang bukan hanya berpengaruh pada sewa kantor, tetapi juga pengaturan aktivitas kerja.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  20:56 WIB
Karyawan melakukan aktivitas di pusat perkantoran di kawasan pusat bisnis di Jakarta./Antara - Muhammad Adimaja
Karyawan melakukan aktivitas di pusat perkantoran di kawasan pusat bisnis di Jakarta./Antara - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang membuat orang banyak yang bekerja dari rumah berdampak pada perubahan lanskap area kerja.

Saat ini bentuk area kerja bisa lebih fleksibel, orang dapat memilih bekerja dari luar kantor selama masih sesuai dengan kebijakan perusahaan.

Head of Office Services of Colliers International Indonesia Bagus Adikusumo mengatakan dengan efisiensi biaya hunian dan pelaksanaan bekerja dari rumah yang kemungkinan besar akan terus berlanjut selama beberapa tahun ke depan.

Adapun hal pertama yang akan terjadi adalah negosiasi ulang kontrak sewa, dengan kemungkinan adanya pengurangan area sewa dan pembaruan sewa yang lebih awal.

Salah satu tujuan perusahaan adalah mempertahankan keuntungan dan memastikan keberlanjutan perusahaan.

Dalam masa yang tidak pasti seperti sekarang, perusahaan perlu mengadopsi strategi yang tepat yang sejalan dengan prospek bisnisnya dan sumber daya yang tersedia.

Dengan penerapan kebijakan bekerja dari rumah yang dikeluarkan perusahaan saat ini untuk alasan kesehatan dan keselamatan, banyak perusahaan yang menyadari bahwa melalui teknologi, bisnis dapat terus beroperasi tanpa mengharuskan semua karyawan untuk melakukan pelaporan langsung ke kantor.

"Realisasi ini mengarahkan perusahaan pengguna kantor untuk mempertimbangkan kembali kebutuhan ruang kantor mereka dan hal itu akan memengaruhi keputusan mengenai sewa kantor pada masa mendatang," ujarnya pada Senin (22/2/2021).

Secara umum, saat ini banyak perusahaan yang menghadapi situasi ruang kantornya tidak dimanfaatkan secara maksimal akibat pandemi Covid-19 dan memaksa karyawannya untuk menerapkan strategi bekerja dari rumah.

Banyak perusahaan mencoba mengurangi ruang kantor mereka dan melakukan negosiasi ulang dengan pemiliknya. "Beberapa berhasil mencapai kesepakatan dalam negosiasi ulang dan beberapa tidak," kata Bagus.

Ketika masa sewa berakhir, mayoritas penyewa akan memperbarui kontrak mereka dengan memperkecil area hingga 30 persen dan selanjutnya meminta fleksibilitas sewa sebagai cara untuk mengelola risiko.

Head of Project Management Colliers International Indonesia Hendry Sugianto menuturkan transformasi area kerja bukan hanya berpengaruh pada sewa kantor, melainkan juga pengaturan aktivitas kerja.

Menentukan area kerja baru yang optimal memerlukan strategi transformasi dengan analisis aktivitas dari berbagai departemen.

"Perubahan tata letak area kerja juga memengaruhi keputusan apakah perusahaan masih perlu mempertahankan ruang tertutup atau apakah ruang terbuka lebih efisien. Seberapa terbuka dan santainya pengaturan ruang kantor tergantung pada budaya perusahaan," ucapnya.

Meskipun beberapa perusahaan memiliki kantor tertutup untuk para eksekutif yang sangat senior atau dewan direksi, pendekatannya telah bergeser menjadi workstation terbuka bagi karyawan yang menghadap ke jendela.

Namun, beberapa kantor sebenarnya telah menghilangkan kantor tertutup sepenuhnya untuk menghilangkan hambatan dan untuk menyediakan komunikasi yang lebih baik antara pemimpin senior dengan anggota timnya.

Ada juga ruang pertemuan terbuka informal yang biasa disebut sebagai area kolaborasi. Seiring dengan berjalannya waktu, terjadi perkembangan yang disebut dengan agile workplaces.

Hal ini memungkinkan sebuah gedung perkantoran akan dibagi menjadi tiga tipe yakni sewa tradisional, ruang kerja bersama yang dikelola sendiri, dan ruang kerja bersama yang dikelola oleh pihak luar.

Norma baru menjadi hal yang relatif, tergantung pada kebutuhan perusahaan, tipe bisnis, serta strategi dan budaya perusahaan itu sendiri. Norma baru ini harus sejalan dengan tujuan bisnis yang disiapkan atau tujuan utama jangka panjang.

"Area kerja yang ideal harus menyediakan berbagai pengaturan kerja yang berfokus memfasilitasi konsentrasi dan kolaborasi antarkaryawan, yang mendukung anggota tim dalam menyelesaikan pekerjaan individu mereka, tetapi juga memungkinkan terjadinya kolaborasi dengan tim atau rekan kerja lainnya," tutur Hendry.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkantoran bisnis properti
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top