Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mesin Tiket Otomatis di Transportasi Umum Belum Penuhi Prokes

Ombudsman menilai penggunaan mesin tiket otomatis di sejumlah moda transportasi umum belum memenuhi protokol kesehatan.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 19 Februari 2021  |  12:50 WIB
Calon penumpang memesan tiket kereta tujuan luar kota pada mesin tiket di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (25/2/2019). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Calon penumpang memesan tiket kereta tujuan luar kota pada mesin tiket di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (25/2/2019). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA - Ombudsman Republik Indonesia menyoroti penggunaan mesin tiket otomatis di sejumlah moda transportasi umum. Pasalnya, penggunaan mesin tersebut ditengarai dapat menjadi media penularan virus Covid-19 bila tidak diberikan edukasi yang tepat.

Anggota Ombudsman RI bidang Transportasi Alvin Lie mengatakan tidak semua penumpang mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer pada saat sebelum atau sesudah masuk loket. Sayangnya, petugas juga tidak secara khusus mengingatkan hal tersebut.

"Tidak ada SOP [Standar Operasional Prosedur] penggunaan mesin tiket otomatis sehingga penggunaan mesin tersebut berpotensi sebagai sarana penularan [Covid-19]," ujarnya dalam diskusi daring, Kamis (18/2/2021).

Mengingat fenomena tersebut, Alvin menyarankan adanya SOP khusus yang dapat mengatur penggunaan mesin tiket otomatis tersebut, seperti wajib mencuci tangan atau memakai hand sanitizer sebelum dan sesudah menggunakan mesin.

Meski begitu, Alvin mengapresiasi ketersediaan informasi dan sosialisasi terkait Covid-19 berupa banner dan poster. Namun ketersediaan fasilitas pencuci tangan dan hand sanitizer di beberapa lokasi masih dirasa kurang. Pun dengan petugas yang mengingatkan para penumpang.

Sebagai informasi, fakta tersebut ditemukan Alvin saat memonitor langsung penerapan protokol kesehatan di angkutan umum perkotaan di Jabodetabek bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pada 16–18 Februari 2021.

Adapun untuk hari pertama 16 Februari 2021, monitoring dilakukan dengan memantau keberangkatan dari Stasiun Bogor, Stasiun Cikarang, Terminal Lebak Bulus, Stasiun LRT, Terminal Pinang Ranti, dan Terminal Kampung Rambutan. Hari kedua 17 Februari 2021 survei dilakukan dari keberangkatan di Terminal Ragunan, Puri Beta Cileduk, Terminal Harmoni, Terminal Poris Plawad, Stasiun Sudirman ke Bandara, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Maja, dan Stasiun Bogor ke Stasiun Jatinegara.

Hari ketiga 18 Februari 2021 monitoring dilakukan pada keberangkatan dari Terminal Pulo Gebang, Tanjung Priuk, Kalideres, Stasiun Manggarai menuju Stasiun Nambo, Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Tanjung Priuk, dan Stasiun Tangerang menuju Stasiun Duri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi Protokol Pencegahan Covid-19
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top