Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trayek Tol Laut Kurangi Disparitas Harga di Indonesia Timur

Kemenhub menilai trayek tol laut mampu menekan disparitas harga di Indonesia Timur akibat tingginya biaya distribusi logistik dari daerah produsen ke daerah tersebut.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  11:42 WIB
Pemudik bersiap memasuki KM Sabuk Nusantara 92 di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (26/5/2019). - ANTARA/Budi Candra Setya
Pemudik bersiap memasuki KM Sabuk Nusantara 92 di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (26/5/2019). - ANTARA/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan optimalisasi dan akselerasi program tol laut dengan cara menambah trayek baru di wilayah Indonesia bagian Timur. Langkah ini juga merupakan upaya menurunkan disparitas harga antara wilayah Indonesia Bagian Barat dengan Indonesia Bagian Timur.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Antoni Arif Priyadi mengungkapkan selama ini wilayah Indonesia Timur terkenal dengan disparitas harga yang cukup tinggi dikarenakan tingginya biaya distribusi logistik dari daerah produsen ke daerah tersebut. Program tol laut hadir dengan tujuan memangkas biaya logistik sehingga harga yang diterima oleh masyarakat sebagai pengguna akhir menjadi tidak terlalu mahal dan konektivitas antardaerah.

"Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, daerah yang dilewati tol laut saat ini masyarakatnya sudah menikmati penurunan harga barang antara 20–30 persen. Dari data tersebut menunjukkan bahwa program tol laut selama ini telah berhasil mengurangi disparitas harga yang selama ini menjerat masyarakat terutama di wilayah Indonesia Timur serta daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan [3TP]," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (17/2/2021).

Antoni menjelaskan untuk tahun ini Kemenhub menambah empat trayek baru sehingga keseluruhan menjadi 30 trayek. Rute ini melibatkan 106 pelabuhan yang terdiri atas sembilan pelabuhan pangkal dan 97 pelabuhan singgah.

Dia memerinci rute tol laut awalnya hanya memiliki dua trayek pada 2015. Seiring berjalannya waktu, trayek tersebut terus bertambah karena manfaat dari tol laut yang sudah dirasakan masyarakat secara nyata.

"Pada 2016 mengalami peningkatan enam trayek, berlanjut pada 2017, ada 13 trayek baru tol laut. Kemudian pada 2018 bertambah lagi 18 trayek. Pada 2019 bertambah 20 trayek dan 2020 bertambah 26 trayek. Penambahan jumlah trayek tersebut selalu diiringi dengan penambahan jumlah pelabuhan dan kapal," jelasnya.

Lebih lanjut, Antoni menuturkan untuk membantu Indonesia Bagian Timur terbebas dari disparitas harga, maka diperlukan pelayaran yang berkesinambungan, tetap dan teratur melalui penyelenggaraan angkutan barang di laut ke seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini, imbuhnya, terjawab dengan dilakukannya penambahan rute baru tol laut dengan kode T-19 di Papua yang dilayani oleh penugasan kapal milik PT Pelni yaitu Kapal Logistik Nusantara 2. Penetapan rute ini didasarkan pada Inpres No. 9/2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua Dan Papua Barat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Tol Laut
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top