Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jembatan Joyoboyo Penuhi Persyaratan, Siap Digunakan

Pakar memberi rekomendasi agar Jembatan Joyoboyo ke depan secara berkala melakukan uji kelayakan terutama di bagian ketahanan kaki jembatan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  11:14 WIB
Dua truk besar diterjunkan dengan muatan masing-masing seberat 50 ton untuk menguji beban di Jembatan Joyoboyo, Kota Surabaya, Selasa (16/2/2021). - FOTO ANTARA/Humas Pemkot Surabaya
Dua truk besar diterjunkan dengan muatan masing-masing seberat 50 ton untuk menguji beban di Jembatan Joyoboyo, Kota Surabaya, Selasa (16/2/2021). - FOTO ANTARA/Humas Pemkot Surabaya

Bisnis.com, SURABAYA — Pakar Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Putu Raka memastikan Jembatan Joyoboyo Kota Surabaya, Jatim, telah memenuhi persyaratan sehingga sudah siap digunakan.

Dia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan keperluan uji kelayakan dengan memberikan simulasi beban pada Selasa (16/2/2021).

"Ada beberapa tahapan untuk memastikan kekuatan Jembatan Joyoboyo," katanya, Rau (17/2/2021).

Menurut dia, untuk menguji beban, dua truk besar diterjunkan dengan muatan masing-masing seberat 50 ton sehingga total keseluruhan 100 ton.

Berikutnya, tahap pertama truk berjalan beriringan, dengan kecepatan 5 kilometer per jam. Satu di depan, sedangkan satu truk lagi berada di belakang.

"Lalu kedua, truk kembali melintasi jembatan. Namun, berbeda posisi, kali ini secara paralel. Artinya truk berada di sebelah kiri dan kanan," kata Putu.

Dia menjelaskan bahwa dari pengujian tersebut terkumpul data hasil dari pemantauannya yaitu ukuran lendutan. Lendutan atau defleksi adalah perubahan bentuk pada benda karena tertimpa beban.

Oleh sebab itu, untuk konstruksi aspal beton, seperti Jembatan Joyoboyo, batasan kelendutan 1/800. Artinya dari hasil pemeriksaan secara keseluruhan, defleksinya itu sudah memenuhi standar.

"Jadi jembatan ini sudah memiliki kemampuan layanan ketika menerima beban kendaraan atau beban yang lewat," katanya.

Selain itu, dari hasil pengujian itu, Putu Raka pun tidak lupa juga memperhatikan jika nantinya terjadi kepadatan pada jalan, seperti terjadi kemacetan atau kepadatan kendaraan di atas jembatan dan dinilai sudah aman. "Dipastikan jembatan kuat menahan beban," ujarnya.

Tidak hanya itu, dia menyimpulkan bahwa Jembatan Joyoboyo telah dinyatakan layak dan kuat menahan beban. Namun, pakar pun memberi rekomendasi agar Jembatan Joyoboyo ke depan secara berkala melakukan uji kelayakan terutama di bagian ketahanan kaki jembatan.

"Jadi harus kerap di cek penahan jembatan yang menjadi salah satu ikon Kota Pahlawan," ujarnya.

Kepala Laboratorium Struktur Jurusan Teknik Sipil ITS Budi Susanto menjelaskan, untuk meminimalisir kerusakan, Pemkot Surabaya diberi rekomendasi untuk rajin melakukan perawatan minimal setiap tahun. "Jadi untuk meminimalisir terjadinya kerusakan pada bagian jembatan itu."

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBMP) Kota Surabaya Erna Purnawati menjelaskan, untuk pembangunan fisik Jembatan Joyoboyo itu sudah 100 persen selesai. Saat ini pihaknya sedang menunggu kelengkapan administrasi.

"Karena itu salah satu persyaratan harus diperiksa inspektorat dahulu. Untuk kekuatan bebannya oleh pakar dari ITS," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jembatan surabaya its

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top