Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Properti Residensial Kuartal I 2021 Diprediksi Tumbuh Tipis

Bank Indonesia memprediksi harga properti residensial pada kuartal pertama tahun ini akan sedikit tumbuh dibandingkan dengan kuartal terakhir 2020. Namun, jika dilihat angka pertumbuhannya, itu lebih kecil baik dibandingkan dengan kuartal IV/2020 (qtq) dan kuartal I/2020 (yoy).
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  21:20 WIB
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi./Bisnis - Abdurachman
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi./Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Harga properti residensial pada kuartal I tahun ini diproyeksikan mengalami sedikit pertumbuhan, demikian Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan survei itu memprediksi pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal I/2021 sebesar 1,17 persen yoy lebih rendah dibandingkan dari kuartal IV tahun 2020 yang sebesar 1,43 persen yoy. Lalu lebih rendah dari kuartal I tahun 2020 yang sebesar 1,68 persen yoy.

"Perlambatan pertumbuhan diperkirakan terjadi untuk seluruh tipe rumah," ujarnya dalam Laporan SHPR Bank Indonesia pada Selasa (16/2/2021).

Harga rumah tipe kecil, menengah dan besar diperkirakan bertumbuh sebesar 1,56 persen yoy, 1,2 persen yoy, dan 0,75 persen yoy, lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang sebesar 1,87 persen yoy, 1,61 persen yoy, dan 0,81 persen yoy.

"Perlambatan terjadi di sebagian besar kota yang disurvei terutama kota Makassar dan Bandung yang diperkirakan tumbuh 1,27 persen yoy dan 1,04 persen yoy, lebih rendah dari 2,46 persen yoy dan 1,92 persen yoy pada kuartal IV tahun 2020," katanya.

Secara kuartal, pertumbuhan harga properti residensial pada kuartal I tahun 2021 juga diperkirakan masih terbatas dimana terindikasi dari IHPR yang tumbuh 0,20 persen qtq, relatif sama dibandingkan dengan kuartal IV tahun 2020 yang sebesar 0,22 persen, namun lebih rendah dari 0,46 persen qtq pada kuartal I tahun 2020.

Perlambatan pertumbuhan harga rumah kuartalan diperkirakan akan terjadi pada tipe rumah menengah dan tipe besar yang masing-masing diperkirakan tumbuh 0,16 persen qtq dan 0,13 persen qtq, lebih rendah dari 0,28 persen qtq dan 0,19 persen qtq pada kuartal sebelumnya.

"Rumah tipe kecil diperkirakan mengalami kenaikan pertumbuhan harga dari 0,20 persen qtq menjadi 0,31 persen qtq," tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top