Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal Destromed, Alat Penghancur Limbah Jarum Suntik Covid-19

Pandemi Covid-19 telah memunculkan masalah lain, di antaranya munculnya limbah jarum suntik yang termasuk limbah infeksius atau B3 (bahan berbahaya dan beracun). Tenang! LIPI telah menciptakan alat penghancur generasi kedua.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  12:15 WIB
Destromed memakai teknik self-heating yaitu menggunakan arus listrik yang dialirkan ke bagian metal jarum sehingga menimbulkan panas dan akan melelehkan jarum itu sendiri.  - LIPI
Destromed memakai teknik self-heating yaitu menggunakan arus listrik yang dialirkan ke bagian metal jarum sehingga menimbulkan panas dan akan melelehkan jarum itu sendiri. - LIPI

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah memunculkan masalah lain, di antaranya munculnya limbah jarum suntik yang termasuk limbah infeksius atau B3 (bahan berbahaya dan beracun). Tenang! LIPI telah menciptakan alat penghancur generasi kedua : Destromed.

Seiring dengan pandemi Covid-19, penggunaan alat medis sekali pakai seperti jarum suntik semakin meningkat. Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, dan laboratorium kesehatan melakukan prosedur medis seperti vaksinasi, pengambilan darah, pemberian infus, dan anestesi menjadi penyumbang peningkatan limbah medis jarum suntik.

Limbah medis termasuk kategori limbah infeksius atau B3. Oleh karena itu, penanganan limbah medis memerlukan cara yang tepat untuk menghindari risiko menyebarkan penyakit berbahaya, kemungkinan dipakai ulang, hingga pencemaran lingkungan.

Oleh karena itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) mengembangkan alat penghancur jarum suntik (APJS) generasi kedua.

Inovasinya ada pada metode elektroda geser dan sistem self-heating untuk menghancurkan bagian metal jarum suntik, serta merusak tabung jarum agar tidak dapat dipergunakan kembali.

“Niat kami ingin berkontribusi pada penanganan Covid-19, termasuk efek yang ditimbulkan yaitu limbah medisnya,” ujar Menristek/Kepala BRIN Bambang Permadi Soemantri Brodjonegro seperti dikutip dalam keterangan pers LIPI, Selasa (16/2/2021).

Kepala LIPI Laksana Tri Handoko manyampaikan lembaganya berfokus pada riset untuk menghasilkan kekayaan intelektual, namun tidak masuk ke ranah industri, sehingga LIPI memerlukan adanya mitra industri.

“Sebagai contoh adalah APJS yang telah diriset oleh Peneliti Pusat Penelitian Fisika LIPI, Bambang Widiyatmoko. Paten APJS generasi satu terbit pada 2008, kemudian dilisensikan kepada industri,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan saat ini LIPI juga menggunakan skema bermitra dengan industri di awal atau pertengahan proses riset. LIPI selain terus mencari mitra lisensi dan juga mengundang mitra industri untuk banyak terlibat langsung sejak awal proses riset.

“Sekarang kami tidak hanya melisensikan terkait kekayaan intelektual yang sudah jadi, tetapi mengajak mitra industri untuk masuk dalam prosesnya, contohnya riset ventilator,” jelasnya.

LIPI melibatkan mitra industri sejak awal pengembangan produk, mampu meningkatkan hasil riset, karena terjadi proses cek dan ricek dari proses penelitian itu sendiri, sehingga mampu mempercepat pematangan hasil riset.

LIPI melalui Pusat Pemanfaatan IPTEK dan Inovasi berupaya mengajak instansi terkait, industri, dan masyarakat untuk bekerjasama mengembangkan dan memanfaatkan hasil-hasil riset LIPI seperti APJS generasi dua tersebut dalam upaya mengatasi limbah medis Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Limbah B3 vaksinasi
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top