Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2021, Pengembang Diproyeksi Fokus pada Proyek Rumah Tapak

Pada 2021 rumah tapak diperkirakan meningkat sehingga pengembang mulai fokus ubah ke sektor permintaan yang lebih baik ini.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 10 Februari 2021  |  21:56 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan perumahan di Bogor, Jawa Barat, Senin (30/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan perumahan di Bogor, Jawa Barat, Senin (30/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang properti diperkirakan akan fokus pada proyek rumah tapak pada tahun ini.

Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim mengatakan pada tahun ini para pengembang akan fokus pada rumah tapak karena dianggap memiliki pasar yang lebih baik dibandingkan dengan subsektor properti lainnya.

"Tahun 2020, permintaan rumah tapak cenderung stabil meskipun berada di tengah terpaan pandemi Covid-19. Tahun ini, rumah tapak akan meningkat sehingga pengembang mulai fokus ubah ke sektor permintaan yang lebih baik, yakni rumah tapak," ujarnya, Rabu (10/2/2021).

Dia menilai stabilnya penjualan rumah rapak karena tingginya keburuhan masyarakat akan rumah yang dapat ditinggali. Terlebih saat pandemi Covid-19 di mana sebagian besar kegiatan dilakukan di rumah.

"Mereka juga mencari rumah yang memiliki akses transportasi dan akses layanan publik lainnya, seperti sekolah dan pusat perbelanjaan, serta dari segi harga sesuai dengan kebutuhannya. Jadi, yang beli kebanyakan end user," tuturnya.

Sepanjang tahun lalu, terdapat 16.000 unit produk rumah tapak yang diluncurkan. Angka ini memecahkan rekor peluncuran produk rumah tapak terbanyak sejak 2017. Dari 16.000 unit produk rumah tapak yang diluncurkan, sebanyak 13.000 unit produk terjual.

"Semester I kami lihat hanya ada 4.000 unit, tetapi pada semester II kami lihat ada lonjakan 11.000 unit," katanya.

Yunus menuturkan kawasan Tangerang, Banten menjadi area favorit konsumen, kemudian disusul Bekasi dan Bogor, lalu Jakarta dan Depok.

Adapun konsumen banyak membeli produk rumah dengan 2 kamar tidur yakni sebesar 56 persen, lalu 3 kamar tidur 22 persen, 1 kamar tidur sebanyak 10 persen, dan 4 kamar tidur sebanyak 10 persen.

Konsumen membeli rumah dengan kisaran harga Rp600 juta hingga Rp1,3 miliar sebanyak 49 persen dan kurang dari Rp600 juta sebesar 31 persen.

Yunus melihat ada peluncuran township atau kawasan perumahan skala besar dengan luas pengembangan di atas 200 hektare. Hal ini menunjukkan pengembang cukup aktif menangkap pasar tersebut pada 2020.

"Diproyeksikan akan ada tambahan supply dengan total 174 cluster dan 35.000 unit," ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah tapak developer pengembang properti
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top