Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Atase Perdagangan Diminta Bikin Peta Pasar Ekspor

Atase perdagangan Indonesia dinilai harus mampu memetakan tujuan ekspor untuk membaca tren pasar di negara yang bersangkutan pada 2021
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 04 Februari 2021  |  17:05 WIB
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Atase perdagangan Indonesia dinilai harus mampu memetakan dengan baik potensi-potensi di negara-negara tujuan ekspor untuk memperbaiki kinerja tahun ini yang masih membukukan rapor merah akibat pandemi Covid-19.

Menurut Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal negara-negara yang mengalami pemulihan signifikan pascapandemi Covid-19 harus segera dikeker karena memiliki potensi untuk meningkatkan impor tahun ini, termasuk dari Indonesia.

“Ini kan harus ada pemetaan dan perkiraan mengenai peningkatan ekspor serta produk yang paling menjanjikan untuk dijual ke negara tersebut. Diperlukan peran dari atase perdagangan untuk membaca tren pasar di negara yang bersangkutan pada 2021,” ujar Faisal kepada Bisnis.com, Kamis (4/2/2021).

Sekadar catatan, sepanjang 2020 kinerja atase perdagangan dan Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) mayoritas membukukan rapor merah.

Kementerian Perdagangan mencatat, dari 33 negara, hanya 11 yang mencatatkan rapor hijau, di antaranya China (15,59 persen yoy), Amerika Serikat (4,58 persen yoy), Swiss (223,76 persen), Australia (14,52 persen yoy), dan Rusia (12,73 persen yoy).

Sementara Hongkong (-19,21 persen yoy) Thailand (-16,76 persen yoy), Uni Emirat Arab (-15,57 persen yoy), Filipina (-13,30 persen yoy), dan India (12,83 persen yoy) menjadi negara-negara dengan kinerja atdag & ITPC terburuk tahun lalu.

Kendati demikian, Faisal menilai peluang tahun ini akan lebih besar dibandingkan 2020. Pasalnya, kata Faisal, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan naik dan jumlah negara yang diperkirakan mengalami pemulihan ekonomi juga kian ramai.

Peluang yang relatif lebih terbuka tersebut dinilai akan diikuti dengan pergeseran konstelasi pasar yang kemungkinan akan bergeser akibat pandemi. Dia berharap atase perdagangan pemerintah telah melakukan identifikasi terhadap negara-negara yang akan disasar untuk menghitung peluang ekspor bagi produk yang akan digenjot penjualannya.

Untuk diketahui, pemerintah telah mengincar sejumlah negara yang dinilai potensial menjadi lumbung peluang bagi industri berorientasi ekspor Tanah Air yang sedang menjadi fokus pemerintah, yakni produk kendaraan bermotor jenis mobil.

Negara-negara potensial tersebut, di antaranya negara-negara Afrika berbahasa Prancis dengan pajak rendah untuk produk mobil. Pemerintah berencana membuka perjanjian dagang dengan negara-negara di kawasan tersebut untuk memaksimalkan pasar ekspor mobil.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top