Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siasati Pandemi, LRT Jakarta Relaksasi Biaya Sewa Mitra Bisnis

Pembatasan mobilitas masyarakat untuk mengendalikan penyebaran virus Corona membuat penumpang LRT anjlok.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  18:05 WIB
Suasana proyek pembangunan LRT (Light Right Transit) di kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Suasana proyek pembangunan LRT (Light Right Transit) di kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta memiliki sejumlah strategi dalam rangka mempertahankan mitra bisnis di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya penurunan penumpang di tengah pembatasan kegiatan masyarakat menjadi persoalan.

"Memberikan relaksasi dalam skema pembayaran dan penghapusan biaya sewa untuk periode waktu tertentu adalah langkah yang diambil untuk membuat para penggiat bisnis kecil dan menengah (UMKM) mau ikut dalam pengembangan bisnis di seluruh stasiun LRT Jakarta," kata Corporate Communication PT LRT, Kurniati, dalam keterangan tertulis, Jumat (29/1/2021).

Kurniati menjelaskan pandemi Covid-19 membuat  jumlah penumpang LRT menjadi 800 hingga 900 orang per hari. Padahal sebelum pandemi, LR mencatat jumlah penumpang sebanyak 4.500 orang per hari. 

Selain upaya mempertahankan mitra bisnis, ada pula program Sahabat Loyalty Customer e-Card (SLC) yang diresmikan pada 14 September 2020. Hal ini bertujuan memberikan penghargaan kepada konsumen loyal. 

Sementara itu, integrasi transportasi berbasis rel di wilayah Jabodetabek diharapkan dapat terwujud pada 2022. Salah satu kuncinya, melalui integrasi pembayaran dan sistem tiket yang akan diselesaikan pada 2021.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar menuturkan integrasi pembayaran dan tiket angkutan massal di wilayah Jabodetabek akan mendapatkan titik terang pada tahun ini. Pasalnya, saat ini tengah disiapkan sistem integrasi tiket tersebut.

William menerangkan untuk integrasi ticketing dan pembayaran moda transportasi di Jabodetabek dilakukan melalui suatu subholding perusahaan yang mengelola ticketing bagi MRT, Transjakarta, Jakarta Propertindo (LRT Jakarta), dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui anak usahanya dengan MRT, PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek.

Nantinya akan ada aplikasi Jaklingko untuk transportasi di keempat moda transportasi dan menggunakan kartu secara umum. Dia juga membenarkan akan menggunakan satu dompet layanan elektronik yang belum jelas akan dilakukan oleh perusahaan apa.

Lebih lanjut, setelah ada dompet elektronik yang menjadi pemenangnya, pada Agustus atau September 2021 akan dibentuk integrasi ticketing dan pembayarannya dan pada Maret 2022 integrasi pengelolaan secara menyeluruh dapat dilakukan karena sudah menggunakan satu sistem tiket bersama.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi LRT Covid-19
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top