Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Kiat Grab dan Gojek Jaga Operasional di Masa Pandemi Covid-19

Grab dan Gojek berusaha mengedepankan protokol kesehatan untuk menjaga rasa kepercayaan konsumen di tengah pandemi.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  20:36 WIB
Warga mengorder ojek online di Jakarta. - Bisnis/Abdurahman
Warga mengorder ojek online di Jakarta. - Bisnis/Abdurahman

Bisnis.com, JAKARTA – Layanan transportasi berbasis aplikasi Grab dan Gojek tidak menampik pandemi Covid-19 berdampak terhadap operasional perusahaan.

Chief of Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan upaya Gojek mengedepankan protokol kesehatan dengan penerapan protokol J3K serta inisiatif di lainnya menjadi salah satu kiat perusahaan tetap menjaga operasional di tengah pandemi.

"Insiatif lain adalah penerapan teknologi geofencing untuk mendeteksi dan mencegah mitra driver agar tidak berkerumun lebih dari 5 orang di satu area, demi menaati prinsip physical distancing," ujarnya dalam pesan tertulis kepada Bisnis, Kamis (28/1/2021).

Kemudian lanjut dia, Gojek mengoperasikan Posko Aman J3K yang menjadi checkpoint bagi mitra pengemudi sebelum beroperasi. Di posko ini, mitra akan dicek suhu tubuhnya, didisinfeksi kendaraanya serta mendapatkan pembagian masker dan hand sanitizer. 

"Saat ini terdapat 86 Posko Aman J3K yang beroperasi di wilayah Jawa-Bali, yakni Jabodetabek, Jawa Barat, Jateng, DIY, Jatim dan Bali," jelasnya.

Untuk lebih memberikan rasa aman bagi pengemudi maupun penumpang, aplikator juga menyediakan sekat pelindung di GoCar dan telah diujicobakan di GoRide, serta face shield bagi mitra pengemudi roda dua tanpa dipungut biaya tambahan.

"Terdapat juga Fitur Check List Protokol J3K di aplikasi mitra driver maupun pelanggan yang wajib ditekan untuk menyatakan bahwa berkomitmen mengikuti protokol kesehatan, serta Fitur Verifikasi Masker di aplikasi mitra driver sebagai syarat wajib setiap akan beroperasi," tukasnya.

Tidak jauh berbeda dengan Gojek, Grab juga melakukan langkah serupa dengan meningkatkan standar keamanan dan higienitas untuk penumpang dan pelanggan.

"Kami membatasi kontak fisik dengan Mitra Pengantaran melalui Pengantaran Tanpa Kontak, Pembayaran Tanpa Kontak [dengan OVO], dan ambil sendiri di GrabFood," kata Social Impact & Technology Public Relations Manager, Grab Indonesia Satrya Pinandita.

Selain itu, Satrya mengatakan bahwa aplikator juga menyediakan masker dan hand sanitizer untuk mitra pengemudi dan mitra pengantaran yang telah didistribusikan ke berbagai daerah.

"Untuk layanan makanan, kami juga mengusahakan yang terbaik dengan meluncurkan Kartu Keterangan Pengiriman GrabFood berisi detail waktu persiapan makanan, lengkap dengan nama dan suhu tubuh staf yang menyiapkan makanan tersebut," ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gojek grab indonesia Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top