Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren Wisata Bergeser, Pelaku Industri Wajib Tingkatkan Higienitas

Pergeseran tren wisata usai pandemi Covid-19 menuntut pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan kualitas, salah satunya adalah higienitas.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  07:49 WIB
Pengunjung berwisata mengenakan masker di Kepri Coral, Kota Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu. ANTARA
Pengunjung berwisata mengenakan masker di Kepri Coral, Kota Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu. ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku industri pariwisata dinilai harus bisa menyediakan peningkatan kualitas wisata seiring dengan adanya pergeseran tren usai pandemi Covid-19.

Praktisi pariwisata Sapta Nirwandar mengatakan akan ada pergeseran tren wisata di masa pascapandemi Covid-19. Sebelumnya, wisatawan akan mengedepankan mass tourism, sedangkan pada pascapandemi orang akan memilih quality tourism atau wisata yang berkualitas.

"Jadi perlu ada peningkatan kualitas di berbagai sisi pariwisata dan ekonomi kreatif seperti higienitas, kecukupan sarana dan pra sarana, serta kesiapan sumber daya manusianya," kata Sapta dalam siaran pers yang dikutip, Kamis (28/1/2021).

Adapun, Sapta pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011-2014.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S. Uno mengungkapkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia sudah berangsur bangkit sejak libur Natal dan Tahun Baru. Namun, kebangkitan itu harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan K4 (Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Kelestarian Lingkungan) atau CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

"Kenaikan angka wisatawan ini dibarengi dengan kenaikan angka penderita Covid-19. Jadi kita harus berjaga-jaga dan tetap waspada dengan disiplin protokol kesehatan," katanya.

Dia juga mengajak generasi milenial Indonesia untuk memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air. Berdasarkan Sensus Penduduk 2020, 53 persen atau sekitar 90 juta orang dari penduduk Indonesia didominasi oleh kaum milenial dan generasi Z.

Sandiaga berpendapat milenial dan generasi Z ini juga bagian dari ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga bisa ikut berkontribusi memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia lewat kampanye Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia.

Kita juga harus terus mengevaluasi bagaimana cara meningkatkan kualitas pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Jangan tunggu masa depan, jemput rezeki kita, kita bangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif dengan gerak cepat, gerak bersama, dan garap semua potensi usaha dan lapangan kerja," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top