Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Potensi Besar, Penerimaan Pajak Sarang Burung Walet di Kaltim Hanya Rp864,7 Juta

Kepala Kanwil DJP Kaltimtara Samon Jaya mengatakan jumlah tersebut masih jauh dari data potensi perpajakan sektor usaha sarang burung walet yang dimiliki oleh Kanwil DJP Kaltimtara yakni sebesar Rp6,6 miliar.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  20:07 WIB
Ilustrasi sarang burung walet - Istimewa
Ilustrasi sarang burung walet - Istimewa

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kanwil DJP Kaltimtara) mencatatkan penerimaan pajak sarang burung walet sebesar Rp864,70 juta.

Kepala Kanwil DJP Kaltimtara Samon Jaya mengatakan jumlah tersebut masih jauh dari data potensi perpajakan sektor usaha sarang burung walet yang dimiliki oleh Kanwil DJP Kaltimtara yakni sebesar Rp6,6 miliar.

“Kanwil DJP Kaltimtara telah menyampaikan permintaan data dan keterangan serta imbauan baik melalui panggilan telepon maupun kunjungan kepada 175 Wajib Pajak yang bergerak di sektor usaha sarang burung walet,” ujarnya dalam rilis kepada media, Kamis (21/1/2021).

Selanjutnya, terdapat beberapa pengusaha sarang burung walet yang secara voluntary compliance berkunjung ke kantor pajak untuk melakukan diskusi terkait pajak atas usahanya.

Samon mengungkapkan sebagian Wajib Pajak tersebut telah melakukan pembayaran pajak setelah pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT). Kemudian, Kanwil DJP Kaltimtara akan melakukan upaya yang lebih lanjut pasca persuasi.

Dia menilai bisnis sarang burung walet ini luar biasa dan ternyata banyak sarang burung walet dari Kaltim di ekspor ke Tiongkok dan juga ke Australia. 

“Ekspor kita (Indonesia) tahun 2018 dari data suatu Kementerian/Lembaga adalah sebesar 40 triliun hanya ke tiongkok secara resmi, belum yang gak resmi, belum ke malaysia, singapura,” ungkapnya.

Samon menambahkan di negara tujuan, sarang burung walet diolah untuk dikonsumsi karena khasiatnya yang tinggi. “Saya diberitahu mereka (salah satu) khasiatnya bagus untuk paru-paru, kebetulan juga Covid-19 paling banyak menyerang paru-paru, makanya mereka mengejar betul produk ini,” katanya.

Sarang burung walet memang bukan sesuatu yang asing di Kalimantan khususnya Kaltim dan Kaltara. Bahkan, di desa Sebelimbingan, Kabupaten Kutai Kartanegara hampir semua lahan kosong ada sarang burung walet.

“Kalau di Jakarta pencakar langitnya kantor-kantor, di desa Sebelimbingan Kukar pencakar langitnya adalah sarang burung walet. Itu masih sederhana pake kayu, [Padahal] di Kaltim kebanyakan [sarang burung walet] yang beton itu bisa menghasilkan 600 kilogram setahun, kalau dikali 10 juta ya Rp6 miliar,” pungkasnya.

Samon berharap agar kedepan pemerintah bersama masyarakat setempat khususnya kawasan sepanjang Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara, sampai dengan Provinsi Kaltara dapat mengembangkan bisnis tersebut sehingga ke depan pemasukan pajak akan lebih baik lagi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak kalimantan timur ekspor sarang walet
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top